2018

September nanti umur saya genap 30 tahun. Tidak perlu diingat-ingat, apalagi sampai mencatat. Karena, nama tengah saya otomatis menjadi pengingat, SEP-terian: September Ceria.

Angka Delapan terlihat istimewa jadinya. Saya lahir di tahun kembar, sekarang tahun 2018. Apakah itu berarti ada 8 keinginan yang ingin dituntaskan?

-Resolusi orang-orang bilang-

Tidak juga. Merapikan perencanaan keuangan menjadi fokusnya. Mendaftarkan haji kedua orang tua sebagai penyemangatnya. Sukur-sukur bisa daftar sekaligus empat.

Boleh diaminin, kok.

Tahun ini juga, Si Sulung —Aa Fakih—direncanakan masuk sekolah. Tahun ini juga saya memutuskan untuk ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang lebih serius: Beli Rumah.

Sejak 2011 saya mengontrak. Gratis. Saya hanya harus rela kadang-kadang pemilik rumah nitip sesuatu, yang saya tidak tahu. Timbal baliknya, saya diberikan kunci rumahnya. Saya kelola kamarnya yang sebesar 3GB.

Tunggu dulu. Rumah kok 3GB?

Rumah Maya maksudnya. Bukan Maya Asoy-nya Kang Sule ya. Rumah buat pikiran saya. Hobi saya. Renjana saya.

Atau mungkin lebih tepatnya Rumah Pelarian, kali ya?

Jangan gusar dulu, sayangku. Rumah yang itu. Yang ada tamannya. Yang ada kolam ikannya. Yang pagarnya setinggi-tingginya. Yang banyak anak belajar, berlarian riang gembira. Insya Allah akan kita miliki juga.

Lima tahun lagi. Tanpa hutang berbunga-bunga.

Mohon bersabar dulu, di tempat sewa yang segitu-gitu saja. Mohon ditahan dulu keinginan kemana-mana naik Sienta-nya. Masih ada Pangarango yang setia mengantarkan kita pulang ke rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.