25 Hari Bersama Co-Donguri Shizuku

co-donguri-shizuku-ds-07

Ulasan tentang In-Ear Monitor dengan keluaran suara yang katanya paling bening di bawah harga 1 juta.

***

Bila ada In-Ear Monitor (selanjutnya kita sebut IEM) paling hot di akhir tahun 2016, jawabannya adalah Co-Donguri Shizuku. Pada kiriman pertama, IEM itu ludes terjual sebanyak 60 unit dalam waktu kurang dari 24 jam saja. Untuk kiriman kedua pada akhir Desember lalu, sudah ada 400 orang yang mengantri.

Setidaknya itu yang dirasakan Michael Tranggono Ting, pemilik Headfoniastore.com. Sejak mendirikan Headfoniastore 2013 lalu, baru kali ini ia merasakan derasnya permintaan seperti itu. Tanpa ragu ia pun mengatakan, bahwa Co-Donguri Shizuku bukan hanya the hottest IEM in 2016, tapi selamanya!

Lalu, apa yang membuat IEM besutan TTR Corporation (Jepang), yang menanamkan teknologi Tornado Equalizer dari Ocharaku (yang juga Jepang) ini begitu diminati?

***

co-donguri-shizuku-ds-02

 

Pada cuplikan produknya Co-Donguri Shizuku disebut Headfoniastore.com seperti ini:

“Akhirnya Ocharaku berhasil meracik entry-level produk yang membuat kita sangat kagum. Ocharaku Co-Donguri [SHIZUKU] ini dengan mudah saya berikan predikat the best cleanest sound di bawah harga Rp 1.000.000. Crystal clear sound dari treble sampai bass, dengan dentuman bass yang kuat. Midrange nya sangat-sangat amat baik, full body sweet and clear. Walaupun suara sangat bersih, tetapi penuh dengan kesan analog. This is truly a gem.”

Bahkan dalam ulasan video di kanal Youtube-nya, Mike (panggilan untuk Michael Tranggono Ting) tidak ragu-ragu membandingkan kebeningan Co-Donguri ini dengan IEM dengan harga 10 jutaan. Teman-teman yang dikasih coba dengar juga menebak harganya sekitar 3 juta-an.

Itu menurut ahli. Yang juga dikelilingi oleh sesama ahli dan para antusias. Bagaimana dengan telinga orang biasa?

***

co-donguri-shizuku-ds-04

 

Orang-orang terdekat coba saya ajak mencoba. Komentarnya pun beragam. Ada yang keheranan, “Ih, kok bisa ya? Jernih gimana gitu”. Ada yang biasa saja, “Bass nya masih lebih dapet punya Iphone”. Ada juga yang senada, “Kok nggak ada Bass-nya?” Ada juga yang merasa, “Mirip sama ini dik (sambil menunjuk IEM Mi Piston 2, cuma volumenya kalah”.

Yang lain sepakat, “Lebih plong”, “lebih clean”, “Clarity-nya dapet”. Yang memuji Bass-nya juga ada, “Bass-nya bagus, tapi treble nya kurang”.

Bila diminta menjelaskan lebih jauh, tentu gagap jadinya. Bagaimana dengan saya?

***

Saya bukan ahli, bukan juga audiophile, jadi pengetahuan dan kosa kata saya sungguh sangat terbatas. Anggap saja ulasan ini dari sudut pandang orang biasa. Saya coba akan membahas tentang kualitas pengerjaannya, kemudian karakter dan kualitas suaranya. Mari kita mulai.

***

co-donguri-shizuku-ds-06

 

Kualitas Pengerjaan

Co-Donguri Shizuku dibuat di Thailand. Modelnya seperti biji-bijian. Ujung Kabel jack-nya sudah berbentuk L, sehingga menjadi lebih mudah dirapikan (saat dipasang). Teksturnya seperti dari karet. Kabel itu tebal dan lentur, saya yakin anti kusut. Bagian “kalengnya” terbuat dari metal dan plastik. Metal karena akan bunyi seperti kelereng ketika diadu dan menjadi dingin ketika disimpan di ruangan berpendingin. Pengerjaannya sangat-sangat rapi dan halus. MI In-Ear yang saya pakai sehari-hari jadi terlihat kasar dan “murah” bila disandingkan dengan Co-Donguri ini. Ia juga lebih berat bila dibandingkan dengan IEM sejenis.

Sama sekali tidak ada keluhan mengenai bahan dan pengerjaan dari Co-Donguri ini. Keluhan justru datang dari bentuk kanal untuk ke lubang telinganya. Tidak pas masuk sempurna ke telinga. Setidaknya telinga saya. Ear tips yang diberi label Spin Fit juga tidak membantu. Ukuran paling kecilnya tidak masuk sempurna ke lubang telinga saya.

Untungnya, penggunaan Spin Fit ini bisa dua cara. Cara biasa yang langsung menempelkan. Cara kedua dengan melingkarkannya dari belakang telinga. Pilih saja mana yang lebih enak. Saya sendiri gonta-ganti, kalau sudah terlalu pegal dengan posisi satu, posisi lainnya bisa lebih mengenakkan.

co-donguri-shizuku-ds-05

 

Karakter Suara

Menurut saya, Co-Donguri Shizuku berkarakter jujur, alami, dan terbuka. Jujur maksudnya ia akan menampilkan apa adanya sumber yang kita mainkan. Bila sumber itu buruk, maka jadi buruklah ia. Bila bagus, maka bagus jadinya. Tanpa ampun! Alami maksudnya suara vokal dan akustik begitu jernih, detil, dan maju-nya. Sedangkan terbuka maksudnya, kita mendengarkan musik seperti sedang berada di tempat terbuka, atau studio yang luas, atau konser hall. Serasa lega, luas, kita jadi memiliki kesan jarak dan kedalaman. Inikah yang disebut dengan airy?

Bila diminta membuat grafik tentang harmoni antara suara rendah (bass), tengah (mid range), dan tinggi (treble), maka grafiknya akan sedikit melengkung ditengah. Mungkin inilah yang dibilang orang-orang sebagai slightly v-shape.

co-donguri-shizuku-ds-03

 

Lalu bagaimana dengan kualitas suaranya?

Ini yang sulit. Seberapa baik treble nya? Apakah lembut dan manis, cring-nya dapat, terlalu nyemprot, terlalu cerah, kering, metalik? Seberapa alami mid-nya? Apakah mendem, apakah vokal dibuatnya seperti orang sedang terkena flu, suara ss dan sh nya parah? Kemudian, seberapa dapat bass-nya, apakah dapat menjangkau frekuensi di bawahnya, apakah rapi, speed dapat, nuansanya dapat, full body, tidak tumpah ruah?

Suara memang punya kosa katanya sendiri. Kata-kata di atas sering saya dapati ketika seseorang sedang mengulas produk-produk suara (earphone, headphone, speaker, dll). Dan saya tidak dapat berkata banyak. Alat yang saya gunakan hanyalah berbagai ponsel (Oneplus X, vivo V3, vivo Y21, Nokia Lumia 620, 520, Laptop Asus K401LB), berbagai file musik .mp3 dengan segala rupa kondisinya, dan juga file .ogg keluaran dari aplikasi streaming musik Spotify. Juga perbandingan dengan IEM lain (Mi Piston 3, Piston 2, JVC HAFX1X). Tanpa bantuan DAC dan AMP khusus dan file-file musik yang lossless lainya.

Ini yang dapat saya katakan: hasilnya berbeda-beda. Paling enak Co-Donguri dipasangkan dengan vivo V3, kedua Asus K401LB. Selebihnya hampir-hampir sama: datar dan bertumpuk. Mi piston 3 (Atau In-ear headphone sesuai nama di kotaknya) yang pernah saya katakan jernih di sini, nyatanya tidak begitu. Kalah terbuka, kalah jernih dan detil, mid-nya terlalu mundur, bass-nya tipis.

Sebaliknya, Co-Donguri Shizuku sangat baik dalam mempresentasikan vokal dan instrumen aksutik. Rasanya penyanyi berada dihadapan kita, intim. Begitu juga dentingan piano dan petikan gitar terasa sekali alaminya. Lagu-lagu Kahitna, Album Dekade dan Akustik-nya Chrisye, hingga suara khas penyanyi Pop Reggae OMI (termasuk instrumen congo, piano dan terompetnya) saat membawakan Cheerleader terdengar begitu menyenangkan. Irama dapat, nuansa dapat, detil juga dapat. Treble-nya penuh tenaga, empuk, musik menjadi lebih hidup, meski kadang terasa pedas semprotannya (terjadi bila mode musik pada Audio Wizard Asus K401LB di hidupkan). Untuk bass-nya saya bisa bilang rapi baik dari segi tempo ataupun frekuensinya. Tidak terasa tumpah hingga ke tengah-tengah, bulet dan pas. Inikah yang disebut Punchy?

co-donguri-shizuku-ds-01

 

Tetap tidak Sempurna

Co-Donguri Shizuku adalah IEM paling mahal yang pernah saya beli. Harganya 695 ribu rupiah. Apakah sempurna? Tentu tidak. Adakah lemahnya? Ada, fitting-nya masih lebih baik IEM dari Xiaomi tadi. Dari sudut pengguna biasa, kelemahan lainnya adalah kita tidak lagi bisa memainkan file-file dengan mastering yang buruk. File kompresan macam .mp3 sah-sah saja digunakan, tapi pastikan kualitasnya baik. Bila tidak, maka keluar semua jeleknya. Ya suara noise ss dan sh nya, ya suara vokal yang mendem-lah, atau apapun itu. Juga tidak bisa digunakan sebagai handsfree karena tidak disediakan mic untuk input suara.

Dan terakhir, meski ini IEM paling bening yang pernah saya beli, tetap bukan IEM untuk segala jenis musik. Bukan All-Rounder. Tapi puritan. Nah Loh … kosa kata apalagi tuh.

Sekian dulu kang. Terima kasih sudah mengikuti hingga akhir. Bila ada yang punya pendapat lain, silahkan. Kita diskusi terbuka.

 

Salam,

diki septerian

7 thoughts on “25 Hari Bersama Co-Donguri Shizuku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.