Asus Zenfone 2 Laser di Tahun 2017

Cuci gudang dan upgrade Marshmallow membuatnya menarik lagi.

***

Xiaomi Redmi 4A memang sulit dikalahkan. Ia menjadi acuan baru handphone murah. Hampir tanpa cela. Bagaimana mengalahkannya? Kamera jawabnya. Bila ada handphone sekelas tapi dengan fitur dan hasil kamera yang lebih baik, maka Redmi 4A patut berharap-harap cemas.

Saya menemukan lawan sebanding si Redmi 4A tadi: Asus Zenfone 2 Laser.

Loh kok? Itu kan handphone tahun lalu?

Betul sekali. Tapi karena itu juga menjadi menarik. Handphone keluaran lama biasanya kena program cuci gudang. Saya mendapatkan Laser 2 dengan harga tidak sampai Rp 1,2 juta. Kondisi segel, tapi tidak sepenuhnya baru. Setelah menggunakannya beberapa saat muncul pemberitahuan pembaruan software. Yang mengejutkan ternyata naik kelas dari Lollipop ke Marshmallow!

***

Isi di dalam kotak

Unit yang saya beli masih di segel. Di dalamnya hanya ada kabel data dan charger dengan keluaran daya 5W (5V 1A). Tidak ada earphone, tidak ada pelindung layar, tidak ada protektor lain. Entah isi di dalam kotak pada Zenfone 2 Laser baru memang begitu atau hanya milik saya yang begitu. Saya tidak bisa protes, namanya juga cuci gudang kang!

Desain dan Ergonomi

Aura Zenfone 5 masih sangat lekat terasa pada Zenfone 2 Laser. Bedanya, letak tombol volume yang kini pindah ke belakang dan tombol power yang sekarang ada di bagian atas (LG G2 campur Iphone gitu, hmm). Menggenggam Handphone 5 inchi dengan ketebalan 10.5mm itu ternyata menyenangkan. Karena tepiannya tipis (3.5mm), dan bagian belakang melengkung mengikuti alur genggaman tangan.

Saya tidak menyukai posisi tombol power dan volume yang tidak biasa itu. Untungnya ZenUI menyediakan pilihan lain untuk mengaktifkan dan memadamkan layar: Double tap to wakeup dan double tap to suspend.  Urusan volume memang tidak ada penggantinya, seenggaknya ada pilihan silent pada slider pengaturan cepat.

Display

Bentangan layar 5 inchi pada Asus Zenfone 2 Laser memiliki kerapatan HD, Asus TruVivid Full Screen Lamination teknologinya. Dengan kombinasi seperti itu membuat pengalaman memandang yang memadai. Tidak perlulah sampai kerapatan Full HD asalkan kecerahan, akurasi warna, dan sudut pandang baik. Asus Zenfone Laser 2 masuk kategori itu. Errmm, seenggaknya mata saya bilang begitu.

Bagi yang tidak cocok dengan warna bawaan, bisa masuk ke Asus Splendid. Dengan aplikasi ini kita bisa mengatur seberapa dingin atau hangat warna dari display.

Proteksi layar? Pada laman Asus tertulis Laser 2 dilindungi oleh Gorilla Glass 4. Poin ini juga jadi lebihnya dibanding Redmi 4A.

Marshmallow 6.0.1 pada ZenUI 2.0

ZenUI tidak pernah menjadi tampilan OS favorit saya. Wajahnya yang kartunis dan berlimpah aplikasi bawaan alasannya. Tidak berbeda dengan ZenUI pada Laser 2 ini. Saya harus membuang aplikasi-aplikasi bawaan yang memang tidak diperlukan, sekaligus melakukan disable pada aplikasi yang tidak bisa saya buang.

PR banget sih memang. Tapi, buat yang suka apa adanya, ya biarkan saja aplikasi itu bersemayam. Pilihan tetap ditangan akang-akang sekalian.

Lalu, apa yang menarik dari ZenUI yang kena kekenyalan Marshmallow?

Performa

Qualcomm Snapdragon 410 dengan 4 inti Cortex A53 berkecepatan 1,2Ghz menjadi daya utama dari Laser 2 ini. GPU-nya Adreno 305. Beda tipis dari Redmi 4A.

Dan kenyataan sesungguhnya memang begitu. Memainkan Asphalt 8: Airborne dengan pengaturan grafis tertinggi lancar-lancar saja. Membuka dan bertukar-tukar aplikasi, melakukan browsing juga mulus. Ram 2GB ikut memainkan perannya di sini.

Tentu hal ini harus teruji waktu. Biasanya makin lama, aplikasi yang digunakan semakin banyak, konten aplikasi juga semakin membengkak. Nah, saat itulah ujian sebenarnya dimulai.

Oh iya, selama penggunaan Laser 2 bisa menjadi hangat mendekati panas. Itu terasa waktu saya mengunduh pembaruan Marshmallow sebesar 1GB dengan jaringan yang megap-megap. Selebihnya adem-adem saja.

Kamera

Inilah hal yang membuat Redmi 4A harus tunduk dan sungkem. Dilihat dari spesifikasi sih nggak beda-beda amat. Sama-sama 13MP di belakang dan 5MP di depan. Cuma, lihat lagi fitur dan bukaan lensanya. Kedua lensa dilengkapi dengan bukaan f/2.0, yang artinya lebih besar dari milik Redmi 4A (f/2.2).

Dari sekian banyak fitur dan mode, saya paling suka dengan mode manual. Memang sih tidak seperti vivo yang benar-benar mirip mode pada kamera dslr. Cuma.. Ada histogramnya loh!

Ok. Penting banget sih. Sampe-sampe ane nggak paham bos!

Histogram itu alat bantu lihat. Melihat apa? Gelap terang dari suatu gambar. Bila grafik banyak cenderung kekiri, maka gambar dipastikan gelap. Sebaliknya bila grafik banyak disebelah kanan, maka gambar cenderung terang.

Bila ada grafik yang menempel ke kiri, itu tandanya ada gambar yang hitam sama sekali. Sebaliknya bila ada grafik yang menempel di kanan maka ada gambar yang putih sama sekali.

Proses pengambilan gambar dengan Asus Zenfone 2 Laser terbilang cepat. Fokus dibantu oleh laser yang ada di sebelah lensa kamera. Hasilnya?

Baterai

Saya agak ragu melaporkan ini. Karena unit yang saya gunakan memang tidak fresh, ting-ting. Baterai dengan kapasitas 2400mAh cukup menemani aktivitas normal saya hingga setengah hari. Keluaran daya charger bawaan hanya sebesar 5W (5V 1A), jadi waktu yang diperlukan mengisi baterai dari di belasan persen hingga di atas 90% sekitar 2 jam lebih. Kabar baiknya baterai itu dapat dilepas. Jadi kita bisa menyiapkan baterai cadangan.

Simpulan

Asus Zenfone 2 Laser memang barang lama. Posisinya juga telah resmi digantikan oleh Zenfone 3 Laser. Bila masih ada yang menjual dengan harga Rp 1,8-2,0 Juta rupiah tentu tidak lagi ada alasan untuk membelinya. Xiaomi Redmi 4A lebih menarik untuk dipinang. Namun, dengan harga clearen sale dikisaran Rp 1,2-1,4 juta ceritanya jadi lain. Asus Zenfone 2 Laser bisa menjadi pilihan mereka yang senang fotografi dengan anggaran terbatas.

Catatan lain

  • Ada 3 Selot kartu pada Asus Zenfone 2 Laser. Dua untuk kartu SIM, 1 untuk Micro SD.
  • Keluaran suara dari pengeras suara yang dibelakang relatif lebih kecil dibanding handphone lain yang pernah saya coba.
  • Audio biasa saja. Seperti pada handphone kebanyakan. Memang ada aplikasi untuk mengatur keluaran suara, tapi secara umum tidak ada yang spesial bila kita menancapkan earphone untuk mendengarkan musik.
  • Suara mic dan telepon normal, jernih, dan jelas.
  • Ada Notifikasi LED di atas layar. Warna bisa berubah.
  • Tidak ada lampu LED pada 3 tombol utama.

 

***

Spesifikasi Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL

  • Sistem Operasi Android™ 5.0 Lollipop 64-bit. User Interface ASUS ZenUI™ 2.0
  • Pilihan Warna Black/Ceramic White/Purple/Aqua Blue/Glacier Gray/Sheer Gold/Glamour Red
  • Dimensi 7 x 71.5 x 3.5 ~ 10.5 mm (LxWxH)
  • Berat 140 g (dengan baterai)
  • CPU Qualcomm® Snapdragon™ 410
  • Memori 2GB LPDDR3 RAM
  • Storage 16GB eMCP Flash 5GB free lifetime ASUS WebStorage
  • Slot Memori Micro-SD card (hingga 128 GB)
  • Teknologi Konektivitas WLAN 802.11 b/g/n USB 2.0 Bluetooth V4.0+EDR +A2DP Dual Micro SIM card SIM1 Support2G/3G/4G SIM2 Support2G/3G/4G Dual SIM Dual Stand By
  • Network Standard WCDMA/TD-SCDMA/TDD-LTE/FDD-LTE
  • Navigation GPS, GLONASS, AGPS & BDS
  • Display 5inches, HD 1280×720,TFT Corning® Gorilla® Glass 4
  • Baterai 2070 / 2400 mAh Equipped with removable lithium battery
  • Kamera Front 5 Mega-Pixel, Wide View, F2.0 Aperture, PixelMaster Rear 13 Mega-Pixel, Auto Focus, Wide View, LED Flash, F2.0 Aperture, PixelMaster
  • Slot Audio 3.5mm
  • Sensor Accelerator/G-Sensor/E-Compass/Proximity/Ambient Light Sensor/Hall Sensor

 

One thought on “Asus Zenfone 2 Laser di Tahun 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.