Saat-saat Pergantian Kulit

sebelum diganti
sebelum diganti

EDA mulai bekerja saat langit beranjak jingga. Berangkat dari Depok, menembus padatnya lalu lintas pagi, hingga sampai di Kemayoran. Dia harus sampai sebelum anak bayi yang dijemur merasa kepanasan. Bila tidak, empu-nya akan terlambat. Karena itu, dia selalu berusaha mencari jalan-jalan alternatif. “Lenteng Agung bisa dikalahkan, Pasar Minggu bisa dikalahkan, Pancoran juga. Hanya Tanjung Barat saja yang sulit”, ujarnya semangat. Pagi satu setengah jam, sore dua setengah jam. Lima hari dalam seminggu. Itu minimal. Kalau si empu minta diantar ke teman-teman bisnisnya, tambah lagi minimal 2 jam. Satu setengah tahun seperti itu. Akhirnya dia menyerah: Punggungnya minta dipijit, kulitnya minta diganti.

***

Continue reading “Saat-saat Pergantian Kulit”

Berwudhu Seperti Cara Rasulullah

berwudhu cara rasulullah

Cara Ustadz Hilman Rosyad mengajari Wudhu

Continue reading “Berwudhu Seperti Cara Rasulullah”

Bila Batuk Tak Kunjung Sembuh

SEORANG bapak mendatangi saya selepas Sholat Jum’at. “Mas, batuk ya. Coba makan jeruk nipis tambah garam. Saya Alhamdulillah sembuh. Kalau pakai obat batuk malah lama. Biasanya di tukang soto ada, minta aja sedikit.” Saya mengangguk dan mengucapkan terimakasih. Meski cara itu pernah juga saya tempuh. Hasilnya? Batuk belum mereda. Tapi, itu cerita minggu lalu…

***

Continue reading “Bila Batuk Tak Kunjung Sembuh”

AC Baru Seharga Rp. 79.000

kipas berdiri

CUACA Kota Depok saat ini memang membuat sulit orang Desa Selaawi. Gerah sepanjang hari. Fakih dan Mamanya—dia sekarang lebih sering menyebut Mama daripada Mbu—benar-benar tidak betah. Tidur malam Fakih tidak pernah senyenyak di sana. Semalam lebih dari 5 kali bangun. Minta di kipasin, minta minum, minta enen. Ayah dan Mama-nya bergantian menjadi tukang sate tiap malam. Tapi, malam kemarin lain. Fakih bisa tidur nyenyak seperti di tanah kelahirannya. Malam itu ada sesuatu yang baru di ruang tidurnya: “AC” seharga Rp. 79.000.

***

Continue reading “AC Baru Seharga Rp. 79.000”

Mencoba Minuman Baru… Pertalite !

pertalite_2

SAYA benar-benar lupa. Seharusnya mampir ke Pom Bensin Shell yang ada di Jl. Raya Pasar Minggu. Tersadar ketika sampai di daerah Perdatam, “loh, kok masih digaris E ini indikator”. Perjalanan kira-kira 15 km lagi. Di geber sampe kantor sebenarnya masih bisa. Tapi, itu berarti saya harus keluar kantor, kemudian mengisi bensin siang-siang. Saya selalu menghindarinya, sebisa mungkin mengisi bensin pagi atau malam, ketika suhu udara lebih adem. “Ah… nampaknya hari ini kamu harus minum pertamax da …”

***

Continue reading “Mencoba Minuman Baru… Pertalite !”

Bila Lampu Rumah Mati

saklar lampu lama

“INI sih kurang puter!” Dengan sigap Pak Udin memutar lampu neon yang katanya hidup segan mati tak mau dengan yakin. Taraaa … seketika lampu Neon bermerk itu langsung menyala terang. Saya langsung jadi bahan candaan, Pak Udin—Pak RT yang juga jago teknik, serta Istri saya: “Aah Ayahnya Fakih payah nih… muternya terlalu pake perasaan.” Sebelumnya lampu itu sudah saya elus-elus, saya copot-pasang, tapi memang tidak menyala. Saya sudah membeli saklar lampu yang baru, sekring baru. Ternyata solusinya hanya diputar dengan yakin?

***

Continue reading “Bila Lampu Rumah Mati”

Ketika Anak Susah Makan

fakih karim_mamam3

HARI Sabtu dan Ahad kemarin, Fakih makannya lahap sekali. Ahad Malam dia menemani saya makan nasi liwet dengan ikan asin dan perkedel tahu. Siang makan nasi kuning di rumah Neneknya. Paginya, kue bolu habis di lahap. Kemarinnya tidak kalah banyak. Pagi makan nasi uduk, siang sepiring pepaya dan beberapa kue, malam sepiring nasi putih dengan nugget tahu, habis semua. Melihat anak makan senangnya bukan main, Embu-nya (Ibu) juga tidak kalah senangnya. Padahal dua minggu yang lalu ceritanya tidak begitu: Fakih melakukan GTM.

*** Continue reading “Ketika Anak Susah Makan”

Jejak jejak Amal (Plus gratis download materi-materi i’tikaf masjid BI—termasuk materi Ust. Haikal Husein)

BERAKHIR sudah. Masa-masa latihan selesai sudah. Malam-malam penuh keseriusan—i’tikaf, kini berakhir sudah. Malam terakhir tidak begitu menyenangkan sebenarnya. Setelah Menteri Agama mengumumkan tanggal 1 Syawal, malam itu juga langit bergemuruh. DAR DER DOR. Petasan mengudara, mengalahkan laju suara takbir. Barisan Sholat Isya pun kini kembali sepi … Inikah hasil latihan itu?

Continue reading “Jejak jejak Amal (Plus gratis download materi-materi i’tikaf masjid BI—termasuk materi Ust. Haikal Husein)”

Teguran Mantan Menteri

 

JALANAN mulai sepi. Menuju Bank Indonesia pun lebih nyaman. Mungkin karena lebaran hanya berjarak 2 hari lagi. Malam ke-29. Malam ganjil terakhir. Masihkah banyak yang akan beri’tikaf di masjid nanti? Melihat dari kondisi jalan yang saya lalui, nampaknya tidak.

Betul dugaan saya. Plaza masjid BI agak lengang. Orang-orang seperti biasa sudah ditemani nasi kotak. Saya melihat beberapa orang berbalik dari arah depan, membawa tentengan. Di depan sanakah letak kebahagiaan itu? Mulai deh, lebay …

Continue reading “Teguran Mantan Menteri”

Mantra Agama Samawi

itikaf bi_malam27_kultum6

KALI ini saya tidak mengantuk. Benar-benar segar. Padahal sholat tahajud malam ke-27 lebih lama dari biasanya. Jam 4 subuh baru selesai! Aneh memang. Aahh… pencitraan! Tukang molor mah, molor aje! Hus diem.

Saya ke atas, bersiap menerima kultum. Malang, tempat saya rebahan telah diduduki orang. Saya ke bagian belakang—ternyata view di sana bagus. Ternyata juga teman saya bersarang di sana. Ustadnya langsung nge-gas. Mempesona sejak awal. “Ini ya?”, teman saya menyodorkan salah satu quote ustad itu. “Eh iya ya?”, saya malah tidak tahu siapa namanya tadi. Saya juga tidak mengenal nama ini sebelumnya: Husein Haikal.

Continue reading “Mantra Agama Samawi”