Bila Batuk Tak Kunjung Sembuh

SEORANG bapak mendatangi saya selepas Sholat Jum’at. “Mas, batuk ya. Coba makan jeruk nipis tambah garam. Saya Alhamdulillah sembuh. Kalau pakai obat batuk malah lama. Biasanya di tukang soto ada, minta aja sedikit.” Saya mengangguk dan mengucapkan terimakasih. Meski cara itu pernah juga saya tempuh. Hasilnya? Batuk belum mereda. Tapi, itu cerita minggu lalu…

***

jeruk nipis

Saya ingat betul, batuk mulai menemani saya ketika masa-masa I’tikaf dulu. Begadang semalaman, kurang tidur, angin, ac. Jadi dah masuk angin! Saya benar-benar merasakan perubahan yang ada di tenggorokan (atau kerongkongan ya?). Hingga lebaran batuk juga belum mereda. Mertua di kampung, menyarankan hal yang sama dengan bapak yang mendatangi saya jum’at minggu lalu itu. Saya habiskan jeruk nipis satu, dicocol pakai garam. Masih batuk. Besoknya lagi. Masih batuk juga. Ooh… sebelumnya minum laserin. Nggak mempan juga.

Pulang ke Depok batuk itu belum mau pergi. Masih saja setia menemani. Saya hajar pakai tolak angin. Sehari 3 x. Tolak angin, loh kok? Ternyata salah satu khasiat tolak angin adalah meredakan batuk. Coba deh baca tulisan imut kecil di sachet-nya itu. Tolak angin sudah habis, satu box penuh. Itu isi 12 kalau tidak salah. Sampai masuk kantor kembali, batuk itu belum menunjukkan tanda-tanda akan pergi. Sampai akhirnya, teman saya bercerita tentang Siladex mx yang dia minum seperti air biasa. Kalau gatal, minum. Kalau nggak ya nggak. Sehari sembuh, katanya.

Saya ikuti sarannya. Saya beli Siladex mx. Saya minum 3 kali sehari. Sehari, dua hari, selesai! Batuk mereda. Botol siladex yang kecil itu masih bersisa banyak isinya. Alhamdulillah. Cuma … tidak sampai satu minggu, batuk kembali datang. Saya coba minum siladex lagi. Sehari, dua hari, tiga hari, sampai isinya hampir habis, batuk belum juga mereda! Waduh …

Apa ini gara-gara saya tidak minum tolak angin terlebih dulu. Saya yakin penyebab batuk masih sama: angin. Waktu itu seharian naik motor tidak pakai protektor. Pagi, siang, malam. Jadi dah! Saya tidak meminum tolak angin lagi. Saya ganti obat batuk. Kali ini Woods Herbal. Saya lihat bahan-bahannya dari ekstrak daun-daunan semua. Ok nih kayaknya. Eh… sampe rumah, baca lagi. Ternyata ada bahan tambahan: saccharin, sukrosa, aspartame, sugar, cherry flavor. Aiih… nggak bebas gula kayak siladex. Tetap saya minum (sayang udah dibeli kan, he). Tapi, ya gitu karena nggak yakin… jadi nggak ngefek juga.

Berarti saya batuk batuk sudah lebih dari sebulan. “Ah, Si Abang kalau sudah batuk pasti lama sembuhnya”, begitu Mamah saya mengenang. Pagi di Hari Jum’at yang saya disarankan oleh seorang bapak untuk makan jeruk nipis, teman saya lebih dulu mendatangi saya. “Nih, bagian sini, minta bini lo kerokin, jamin dah sembuh”, dia menunjuk area di bawah tulang belikat sebelah kiri. Saya pesimis, tapi layak dicoba.

***

siladex mx woods

Malam harinya, saya minta tolong dikerokin area itu. “Ih.. merah a”, kata istri saya. Padahal dia lembut banget loh ngerokinnya. “Terusin neng”, jawab saya. Akhirnya semua area punggung dikerokin. Merah semua. Agak enakan? Sedikit. Tapi, batuk masih berlanjut. Saya putuskan besok harus dibekam.

Sore menjelang ashar saya dibekam. Semua area punggung. Sebelum ditusuk-tusuk, saya dipijat dulu. Lumayan mantap. Bundaran penyedot kulit (apasih itu namanya) di tekan lalu digeser-geser ke punggung saya. Mantep banget dah rasanya. Setelah itu proses bekam. Selesai. Entah berapa titik. Tapi, yang jelas bagian belikat ada, dan itu yang paling merah. Hmm… apa memang itu titiknya? Entah …

Kerok sudah, bekam sudah, kudu tambah madu ini mah …

Madu campur jeruk nipis campur jahe, minum pake air anget. Mantap pasti rasanya. Itu saran yang saya dapatkan dari FB. Saya ikutin, tapi tidak sepenuhnya. Saya cuma pakai madu campur jeruk nipis, tambahin air anget. Madu 2 sendok, jeruk nipis setengah atau seperempat (tergantung ukuran dan selera sih, he). Tiap menjelang tidur, dan saat bangun tidur. Hasilnya? Alhamdulillah sholat jum’at kemarin saya tidak lagi disamperin sama bapak-bapak !

***

madu mesir

Batuk emang nggak enak. Aseli. Kita keganggu, orang lain juga. Ya anak lah, istri lah, temen-temen lah, bahkan orang yang nggak kita kenal. Saya tidak tahu bagian mana yang memberi pengaruh terbesar dari perginya batuk yang sudah lama menemani saya itu. Apakah kerokan? Atau bekam? atau memang madu+jeruk nipis-nya? Entahlah… yang pasti, kalau memang akang sekalian batuk, kudu tau dulu penyebabnya. Kalo udah tau, penanganannya bisa lebih tepat dan cepat.

Segitu dulu kang. Semoga bermanfaat.

salam,

diki septerian

0 thoughts on “Bila Batuk Tak Kunjung Sembuh

  1. sdh 1 minggu lebih sampe 9 Juni 2016, ane juga diserang batuk, akan ane coba resep2 Abang, malah siladex ane keracunan Ndak kuat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.