Cara Tukang Martabak Menggaet Pelanggan

martabak asoy sentosa raya. Harga ok, rasa mantap.
martabak asoy sentosa raya. Harga ok, rasa mantap.

KALAU ditanya makanan favorit, saya akan jawab Martabak. Tanpa ragu. Tepung panggang yang diberi topping beraneka macam itu memang bisa bikin lupa diri. Apalagi topping coklat, kacang, campur keju …. beuuh! Apalagi yang bangka !! Apalagi kalo gratis !!!

Saya ingat betul, dulu ayah saya suka membawakan martabak—entah apa namanya—isinya lumer-lumer. Campuran coklat, keju, kacang, margarin. Sedep benerrr… Sekarang, saya yang kadang-kadang bawa. Dari 5 tukang martabak yang ada di sepanjang jalan Sentosa Raya sampai Merdeka, ada 1 yang selalu membuat saya balik lagi. Beli lagi. Rasanya jelas, harga bersaing… Tapi, ada satu trik sederhana yang membuat saya selalu repeat order.

***

Trik itu adalah …. Sebentar. Kita lihat kondisinya dulu. Martabak yang saya maksud adalah martabak skala kecil. Yang dijual dengan 1 gerobak, dipinggir jalan doangan. Persaingannya ketat. Tiap 100-500 meter ada yang jual. Jadi, dengan tingkat persaingan yang seperti itu kira-kira apa yang harus dilakukan?

Perang harga? Pasang Banner gede-gede? Bikin iklan? Atau …

Meningkatkan cita rasa dan variasi? Meningkatkan pelayanan (lebih cepat, lebih nyaman) ? Atau …

Cukup kasih selembar kertas diakhir pembelian?

martabak asoy (1)

Ternyata … Cukup kasih selembar kertas bertuliskan “Tukarkan 10 Kupon dengan 1 martabak manis biasa/ martabak telor biasa”. “Emang siapa yang mau beli sampe 10 kali?” Saya ! Sepuluh ternyata sedikit. Misal sekali pesan 2 martabak, berarti dapat 2 kupon. Beli seminggu sekali, bulan depannya sudah dapat martabak gratis. Siapa yang nggak mau gratisan ?

Cara itu berhasil. Membuat Bang Asoy—sebut saja begitu—bisa istirahat minimal 2 hari dalam seminggu. Dia menambahkan nilai lebih pada dagangannya. Saya yang menjadi customernya, merasa berinvestasi. Beli martabak bisa dapat martabak lagi. Cara ini persis dengan teman saya di kalimantan yang dulu jualan pulsa. Setiap orang yang beli pulsa ke dia, dia bilang, “2 bulan sekali bakal diadain undian, hadiahnya hp”. Lah … kita yang emang butuh sama pulsa, terus ada bonus lagi, kenapa enggak?

***

martabak orinsBalik ke tukang martabak. Coba kita intip tukang martabak yang lebih terkenal. Martabak Orins, Martabak Sinar, Martabak Air Mancur, Martabak Kubang Hayuda, Istana Martabak, Martabak 65 A Pencenongan. De el el deh … Apa resep suksesnya? Masing masing punya kekuatanya. Tapi, intinya sih sama: Isinya harus berisi. Halah … susah bener sih bahasanya.

Maksunya begini … Jualan—apapun—yang penting adalah bagaimana agar orang kenal, tahu. Tapi, yang lebih penting adalah Isinya. Barang dagangan kita sendiri harus memiliki nilai jual. Atau … sesuai dengan segmen yang kita tuju. Istilah bekennya, “Sumur bening ora golek timba” . Sumur yang bening itu akan dicari sendiri. Bolehlah, kita promo ini itu.. kemudian orang-orang pada beli. Tapi, benarkah akan kembali beli lagi? Benarkah mereka akan dengan senang hati menjadi corong promosi kita?

Aahh .. kepanjangan nih jadinya. Orang lagi cerita martabak, kenapa jadi cerita sumur. Terus mana foto martabaknya? Mohon maaf, saya benar-benar hilap. Martabak itu sudah habis sebelum sempat saya foto. Ternyata, saya masih normal. Hehe …

martabak asoy (5)
Ilmu buat martabak ditrunin ke anak-anaknya

Salam,

diki septerian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.