Ganti Ban di Dunia Sepeda Motor … Benarkah Murah?

dunia sepeda motor_2

BAN yang sudah botak memang berbahaya. Motor jadi geal-geol. Goyang melulu maunya. Begitu yang terjadi dengan ban belakang motor saya: Botak. Garis tengah sudah tidak terlihat lagi. Sudah minta diremajakan dia. Googling lah saya …

Sebelum-sebelumnya saya ganti ban di Planet Ban. Tidak ada komplain. Pelayanan OK, harga OK, kerja OK (dengan mesin), dan dapet gratis nitrogen lagi. Sudah begitu, outletnya tersebar di mana-mana. Mantap deh pokoknya. Tapi, ternyata hasil googling memunculkan nama baru : Dunia Sepeda Motor … Nah loh?

Dunia Sepeda Motor (mulai sekarang kita singkat DSM) ada di jalur pulang saya. Satu di Dekat stasiun Pasar Minggu Lama. Satu lagi di LA (Lenteng Agung maksudnyah ^^). Saya tidak pernah memperhatikan nama begkelnya. Cuma, setiap saya lewat pasti ramai. Banyak pengunjungnya. Kontras dengan Planet Ban yang ada di dekatnya.

dunia sepeda motor_4

Pelayanan

DSM yang di Pasar Minggu selalu tutup saat saya melewatinya. Belakangan dari montir DSM LA saya tahu di sana tutup lebih pagi, sekitar jam 7 malam. DSM LA tidak begitu, hampir selalu buka ketika saya melintas. “Jam 8 malam mas tutupnya”, begitu kata montir yang mengerjakan motor saya. “Di sana buka lebih pagi, jadi bisa tutup duluan”, tambahnya. Oh pantes… saya bergumam.

Malam itu DSM ramai, tapi tidak seramai biasanya. Mungkin karena sekarang bulan puasa, jadi orang-orang memilih langsung pulang. Shooter saya parkir, kemudian saya menuju “resepsionis”. “Mau apa pak?”, Mba resepsionis menyapa ramah. Terlihat nomor beserta lembaran-lembaran surat kerja. Tidak seperti bengkel resmi, tapi sistemnya sama. Menggunakan nomor dan lembar kerja. “Mau ganti ban”, jawab saya. “Oh, silahkan ke Bapak itu, pak”, ia menunjuk seorang bapak yang berdiri di tengah-tengah bengkel.

dunia sepeda motor_1

Macam-macam Ban

Setelah berdiskusi dengan si Bapak yang ditunjuk oleh mba resepsionis, saya lalu melihat-lihat ban ban yang bergelantungan di langit-langit. IRC, ZENEOS, FDR, CORSA, DUNLOP, dll. Berjajar rapi. Di bagi-bagi menjadi tubeless dan tubetype. Saya menemukan ban bawaan Shooter: Dunlop T-900. Ban tipe tube ini dihargai Rp. 137.000 untuk ring 17” 80/90 (standar ban belakang bebek). Sedangkan tipe tubelessnya tidak saya temukan. Saya menghampiri bapak itu lagi. “Ada mas, ini”, jawabnya. Ternyata tepat di atas kepala nya. Harga Rp. 157.000 untuk jenis yang sama. Tanpa pikir panjang saya katakan ke bapak itu, “Yang ini saja pak”.

dunia sepeda motor_6

Motor saya langsung dikerjakan. Cepat. Menggunakan mesin juga ternyata. Ban dalam saya minta untuk saya bawa pulang. Sayang kang, baru banget ganti itu.. hehe. Montir pun membungkuskanya untuk saya. Saya kembali ke resepsionis tadi. “total jadi Rp. 172.000, mas”. Kok nambah pikir saya dalam hati. Seakan bisa membaca pikiran, ia menyodorkan daftarnya: Rp. 157.000 ban, Rp. 10.000 pentil, Rp. 5.000 ongkos pasang. Oo … pantesan pentilnya kok keren, ternyata ada harganya sendiri toh 😀

Harga di tempat lain

Sebelum ke DSM saya sempat ke bengkel dekat rumah. Lumayan besar. Sekadar ganti oli dan menyetel ulang rantai. Sekaligus saya tanya harga ban. Tidak ada Dunlop, adanya IRC dan Zeneos. Montir menyarankan Zeneos. “Zeneos bagus mas”, katanya mantap. Zeneos dan IRC tubeless ring 17” 80/90 sama-sama dihargai Rp. 180.000. Entah sudah termasuk pasang dan pentil atau belum. Harga di planet ban? Kurang tau juga, belum sempat saya ke sana lagi.

Jadi?

Secara umum, ganti ban di DSM sangat memuaskan. Harga sudah di pampang, pengerjaan cepat (dengan mesin juga), pelayanan bagus, tersedia banyak pilihan. Dan bisa sekaligus service motor. Complete Package. TOP dah.

Harga lebih murah? Sementara bisa dibilang begitu, kang ! Segini dulu, semoga bermanfaat.

Salam,

diki septerian

0 thoughts on “Ganti Ban di Dunia Sepeda Motor … Benarkah Murah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.