Hisense Pureshot: Isi di Dalam Kotak dan Hasil Jepretan

di foto dengan Hisense Pureshot.

 

HISENSE pureshot langsung saya cuekin pada hari peluncurannya Bulan September lalu. Gimana enggak, smartphone dengan dapur pacu Qualcomm Snapdragon 415 itu dibanderol Rp. 2.699.000. Harga yang sama dengan Xiaomi Mi 4i yang berdapur pacu Qualcomm Snapdragon 615.

Bulan ini ceritanya lain. Hisense Pureshot turun harga menjadi Rp. 1.999.000. Saya langsung meluncur ke Hisense Center di Roxy. Setelah melihat, memegang, dan mecoba sendiri, akhirnya saya bawa pulang itu barang.

***

Bukan hanya harga yang diturunkan tetapi berbagai bonus juga ikut disertakan dalam paket promo akhir tahunnya. Clear case, speaker mini, paket data 8 GB Smartfren 4G, juga ekstra garansi 6 bulan (total garansi jadi 18 bulan). Selain itu, saya diikutkan ke program Vini Vidi Vici : Tiket wisata ke Singapura, TV LED 32 Inch, atau Smartphone Andromax R, Qi, Es.

Di foto dengan Hisense Pureshot. Dengan kondisi minim cahaya
Di foto dengan Hisense Pureshot. Dengan kondisi minim cahaya

 

Kesan Pertama

Hisense saya kenal sebagai mitra dari Smartfren. Beberapa Smartphone Smartfren dibuat oleh Hisense. Saya terksesan dengan kualitas produk-produknya. Begitu juga dengan Pureshot. HP berlayar 5 inchi itu tidak terasa seperti HP murahan. Layar HD 720p TFT nya tidak seperti yang saya bayangkan. Warnanya cerah, sudut lihatnya juga baik. Fisik layarnya mengikuti tren: cembung 2.5D. Tubuhnya ramping dan ringan membuatnya nyaman digenggam.

 

 

Kamera

Hisense Pureshot, sesuai namanya, mengincar mereka yang gemar berfoto ria. (Mungkin) inspirasi namanya dari PureView milik Nokia (milik Microsoft sekarang). Kamera belakang beresolusi 13 MP, dilengkapi dengan dua led flash. Entah sensor apa yang digunakan, tapi lensanya di klaim berdiafragma f/2.0. Termasuk besar dikelasnya. Kamera depan 5 MP juga dibekali led flash, meski hanya satu.

Dengan spesifikasi seperti itu, harusnya Hisense Pureshot mampu menghasilkan gambar yang baik meski minim cahaya. Kenyataannya? Silahkan dinilai sendiri kang.

Dari segi antarmuka kamera, Hisense Pureshot menyajikan hal yang sederhana. Tampilan utama ada kamera, panorama, dan video. Bila kita menekan gambar tongkat ajaib, maka berbagai mode akan tersaji: Beauty, baby, night, HDR, dll. Saya tidak menemukan mode MANUAL. Buat saya yang terbiasa mengatur ISO, Shutterspeed, Aperture, Exposure Value di kamera, merasa sangat kurang dengan apa yang ditawarkan oleh Hisense Pureshot.

Tapi buat yang tidak suka ribet, mode yang ada di Hisense Pureshot rasanya cukup mewakili. Prinsinya tetap sama, misalnya kita memilih mode night, maka kamera akan menaikkan ISO dan menurunkan shutterspeed, terlihat dari hasilnya yang banyak noise. Karena itu, bila menggunakan mode ini usahakan tangan tidak bergerak, atau gunakan penyangga bila sulit.

Daya Tarik Lain

Selain kamera, Hisense pureshot memiliki daya tarik yang menurut saya mampu menjadi kuncian: Jaringan 4G yang dapat bekerja di semua operator. Saya memang belum mencoba semua kartu 4G, tapi kartu XL dan Smartfren bekerja baik di sini. Kita dapat membenamkan 2 kartu 4G sekaligus. Tapi, 4G CDMA hanya berjalan di slot 1, bila kita pindahkan ke slot dua maka tidak akan menerima sinyal.

Layak dibeli ?

Dengan harga Rp. 1.999.000 Hisense Pureshot mendapat saingan berat dari ZTE Blade A711, Lenovo A6010, Xiaomi Redmi Prime 2, Asus Zenfone 2 Laser, Meizu 2 (dan juga versi Note-nya). Tapi, adakah yang berani memberi garansi tambahan 6 bulan?

Tulisan ini memang hanya pengantar, mudah-mudahan saya sempat menulis ulasan lengkapnya nanti. Tapi, apakah layak dibeli? Sementara jawabannya: IYA.

Sekian dulu kang. Semoga bermanfaat.

Spek lengkap lihat di sini

 

salam,

diki septerian

0 thoughts on “Hisense Pureshot: Isi di Dalam Kotak dan Hasil Jepretan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.