Jaket Respiro Free Flow R1.3 : Kesan Pertama

Bahan kerah dan pergelangan lembut. Beda dengan bahan luar.
Bahan kerah dan pergelangan lembut. Beda dengan bahan luar.

SEBAGAI motoris harusnya saya punya perlengkapan tempur yang oke. Dari ujung kaki sampai ujung kepala kudunya lengkap. Biar aman dan nggak gampang masuk angin. Karena itu, saya coba mencicil satu persatu: sarung tangan, buff, masker, dan jaket. Dari dulu sampai sekarang belum pernah saya memakai jaket khusus motor. Jaket gratisan doangan. Entah itu dari kantor, jaman kuliah dulu, atau jaket dari dealer motor itu sendiri.

Sekarang saya coba investasi: beli jaket respiro yang harganya hampir setengah jutaan.

***

Jaket respiro saya pesan hari Kamis. Jum’at sudah datang. Cuma selang sehari. Yang lama tuh milihnya. Mikirnya. Hehe. Setelah browsing, tanya sana-sini, akhirnya saya jatuhkan pilihan ke Respiro tipe Free Flow R1.3.

Kenapa?

Karena tahan angin, tapi adem. Katanya begitu. Ketika bertanya ke jaketrespiro.com sebenarnya saya di arahkan untuk membeli tipe Dr-Vent. Katanya itu jaket paling adem di respiro. Tetap anti angin juga, ada kisi-kisi di pinggang juga, tapi bisa di buka tutup. Sesuai kebutuhan. Ternyata tipe Dr-Vent sudah dipakai teman kantor yang duduk di sebelah saya persis. Dia memberi saya saran, ambil yang free flow saja, kisi-kisi nya lebih besar, memang tidak bisa dibuka tutup, bakalan repot kalo hujan, tapi pasti lebih adem.

Akhirnya saya putuskan untuk mengambil free flow. Harap-harap cemas juga. Karena saya belum melihat dan merasakan langsung jaket itu. Harga jaket Rp. 385.000, lebih mahal sedikit dari Dr-Vent. Tambah biaya pengiriman. Total yang harus saya bayar Rp. 400.000.

Sesuai dengan harapan-kah jaket itu?

Bahan ternyata memang berbeda dari Dr-Vent. Free Flow sepertinya lebih panas dari Dr-Vent. Bahannya lebih kaku.

Waduh!

Saya tes ke daerah Kalimulya jam 11-an siang tadi. Ternyata hihiliwiran euy ! Apalagi setelah hujan, nyes, adem bener. Sampai-sampai saya bersin. Anti panasnya juga sepertinya bekerja, bahannya menolak panas, jadi tidak tembus ke kulit. Anti angin di dada sepertinya juga, tanpa protektor melewati jalan KSU-Kalimulya yang anginya gleber-gleber dada tidak sesak.

Tapi semua masih sepertinya ya … karena belum coba saya pakai sehari-hari. Melewati medan tempur yang sesungguhnya. Macet, terik, berdebu, berangin-angin, hujan, badai … halah lebai!

Sementara segitu dulu kang. Silahkan lihat galeri di bawah. Semoga bermanfaat.

Bahan luar dan dalam berbeda.
Bahan luar dan dalam berbeda. Ada kantong dibagian dalam.

 

kisi-kisi sepanjang lengan dan tubuh bagian samping. Tidak bisa diatur. Ini yang bikin hihiliwiran !
kisi-kisi sepanjang lengan dan tubuh bagian samping. Tidak bisa diatur. Ini yang bikin hihiliwiran !

 

tampak belakang. Brand respiro dengan bahan scoutlight. Menyala bila terkena cahaya.
tampak belakang. Brand respiro dengan bahan scoutlight. Menyala bila terkena cahaya.

 

Salam,

diki septerian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.