Kamera yang Cocok untuk Pemula

canon powershot g7x-10

Bagaimana saya memilih kamera pertama.

***

Awal tahun 2015 keinginan saya untuk memiliki kamera begitu memuncak. Awalnya karena Nokia Lumia 520 menyajikan fitur Pro pada aplikasi kameranya. Setelahnya karena saya dipinjami Canon 7D oleh bos untuk menjadi seksi dokumentasi.

Budget saya sangat terbatas. Tidak lebih dari 6 juta. Saya juga belum ada niat menjadi Fotografer Profesional yang dibayar karena hasil kerjanya. Jadi, DSLR bukanlah jawabannya.

Kenapa?

Karena, harga segitu tidak ada DSLR yang saya inginkan (dulu kebelet banget Canon 70D). Kedua, bodinya begitu besar. Tidak mungkin selalu saya bawa-bawa.

Pilihan berikutnya adalah Mirrorless. Lagi-lagi, harga segitu tidak ada yang memenuhi ekpektasi saya. (Gaya banget kan, duit terbatas selera dewa, haha).

Ini yang menjadi amatan saya sebelum membeli kamera:

  1. Ukuran sensor: 1/3, 1/2,3, 1″, micro 4/3, 1,5″, APS-C, Full Frame, Medium Format, hingga Large Format. Dari kiri ke kanan artinya dari kecil ke besar. Semakin besar biasanya semakin baik, tapi bodi juga ikut membesar.
  2. Pilihan lensa: Fix tidak bisa diganti, atau bisa diganti-ganti. Lihat bilangan f-nya. Semakin kecil, semakin besar lensa-nya.
  3. Ergonomi: Ini harus coba langsung. Terlalu kecil, terlalu besar, atau peletakan tombol-tombol hingga ke pengoperasian menu. Pilih yang paling pas.
  4. Kontrol: seberapa cepat kita bisa mengakses suatu fungsi. Ini ditunjukan dengan banyaknya tombol atau dial di kamera. Lihat saja X-T series nya Fujifilm!
  5. Speed: Seberapa cepat fokus dan foto bertubi-tubi (burst fps) yang sesuai dengan objek yang akan banyak kita potret nantinya.
  6. Fitur: Weather sealed, Touchscreen, koneksi dengan handphone, layar yang bisa diputar, port-port koneksi (audio, hdmi, dll).
  7. Harga: Mungkin ini yang paling pertama, tentukan berapa uang yang rela dikeluarkan. Pikirkan juga untuk membeli aksesoris tambahan: baterai, strap, tas, SD card, dll.

Pilihan akhirnya mengerucut ke Canon PowerShot G7X: Bodi kecil, Sensor nggak kecil-kecil amat (1 inchi), Lensa terang dengan jangkauan sapu jagat (ekivalen 24-100mm, dengan f/1.8-2.8), dan Kontrol mumpuni.

canon powershot g7x-03

Mengapa?

Karena, sebagai pemula, saya ingin sebanyak mungkin mengambil gambar. Berbagai kondisi, berbagai subjek. Belajar komposisi, belajar memahami cahaya. Jadi, kamera itu harusnya selalu bisa saya bawa kemana-mana tanpa menyusahkan.

Rasanya?

Menyenangkan. Sejak itu, otomatis Lumia saya pensiun. Apalagi aplikasi pemindah gambar hanya ada di handphone Android atau Iphone. Jadi deh beli hape Android.

Setelah dua bulan, G7X itu memberi hasil: Saya berhasil mengabadikan satu momen kriminal, dan membuat publik (juga kepolisian) gempar.

 

Bila ingin melihat-lihat hasil jepretan yang lain, maka jelajahi saja blog ini. Hampir semua gambar yang ada di sini adalah karya saya bersama G7X. Ia selalu menemani, selalu …

Hingga akhirnya saya merasakan keterbatasnnya: Ia tidak memiliki hotsoe yang bisa dipakai untuk tambahan Speedlite. Lensa f/1.8-2.8-nya sebenarnya menjadi f/1.8-7.56 saat digunakan (aperture ternyata ekivalen juga, tidak hanya ukuran sensor). Dan lensa itu tidak bisa diganti dengan yang lebih terang.

Berikutnya, Speed, bila digunakan untuk memotret benda bergerak (bocah-bocah), maka saya harus rela menjadikan gambarnya hanya .JPEG saja. Bukan RAW. Karena, bila RAW ia hanya mampu menembak 1 gambar perdetik.

canon powershot g7x-04

Kini, Canon G7X memang sudah tidak diproduksi lagi. Posisinya digantikan oleh Mark II-nya. Sensor sama, lensa sama dengan prosesor yang lebih cepat. Meski begitu versi aslinya (bekas) tetap tidak kalah menarik sebagai kamera pertama untuk digunakan sehari-hari.

canon powershot g7x-01
Bisa selfie dengan 20MP kamera loh!
canon powershot g7x-05
Full touchscreen, autofokus bisa dipilih antara Face detection (tracking) dengan single point

 

 

canon powershot g7x-07
Posisi baterainya sama dengan SD Card, dekat dengan lubang tripod. Baterai cadangan suatu keharusan bila ingin memotrer seharian.

Ini pendapat saya pribadi sebagai pemula di dunia fotografi. Jangan terima bulat-bulat. Bisa jadi, akang-akang sekalian punya amatan yang lebih jeli dan pastinya kebutuhan yang berbeda-beda juga.

Coba lihat di sini untuk Spesifikasi canon powershot g7x.

 

salam,

diki septerian

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.