Komparasi Chipset Teknologi 14nm: Snapdragon 450 vs Exynos 7880 vs Snapdragon 625

snapdragon-ecographic-phone2_0

Termasuk Mediatek Helio P23 yang berteknologi 16nm FinFET.

***

Setelah terpesona dengan bentuk smartphone ataupun fitur yang canggih, lalu memutuskan untuk membelinya, coba lihat lagi: Chipset-nya apa.

Chipset memang tidak seperti RAM yang mudah disebut. Mereka memiliki nama dan spesifikasi yang berbeda. Sulitnya lagi, masing-masing pabrikan membuat versi-nya sendiri.

Karena itu, setiap ada handphone baru, saya selalu fokus ke sana dulu. Chipset-nya apa? Lebih spesifik lagi, proses pabrikasinya berapa?

Bila masih 20nm ke atas (termasuk 28nm) maka lupakan. Itu masa lalu, meski beberapa smartphone baru masih menggunakan itu (Asus Zenfone 4, Nokia 5, 6, LG Q6).

Mengapa?

Future proofing alasannya. Smartphone yang kita beli seharga jutaan itu harus bisa dipakai selama-lamanya kan?

Kalau belum rusak atau mengganggu kenapa ganti? Begitu-kan filosofi kebanyakan kita.

Untuk itulah, saya membantu menyederhanakan dengan membuatkan matriks perbandingannya.

Mengapa 14nm?

Karena teknologi ini yang paling seimbang antara harga, performa, fitur dan stamina.

Proses pabrikasi yang lebih canggih, 10nm, masih menjadi wilayah handphone unggulan. Sebut saja LG V30 dan Nokia 8 yang akan rilis sebentar lagi. Mereka memiliki Snapdragon 835. Sebelumnya ada Trio Samsung (S8, S8+, Note8) yang menggunakan chipset buatan sendiri: Exynos 8895.

Mari kita fokus ke tengah lagi.

Qualcomm akhirnya membuat chipset kelas bawah dengan teknologi 14nm: Snapdragon 450.

Dan saya melihatnya itu sebagai primadona baru. Kemampuan mengolah gambar ditingkatkan, performanya mirip dengan seri diatasnya (Snapdragon 625).

vivo sudah mengadopsinya lewat duo V7/V7+. Xiaomi juga akan membumikannya dengan Redmi 5 nanti.

Sedangkan sang Raja, Samsung, memiliki chipset yang setara: Exynos 7880. Sama-sama dibangun oleh 8 prosesor Cortex-A53, hanya berbeda di GPU, alias otak pemroses grafisnya.

Mana yang lebih bagus?

Untuk menjawab itu, rasanya Mediatek Helio P23 yang disematkan oleh OPPO pada seri FullScreen Full HD+, F5 series, layak disebut.

Clock speed-nya paling tinggi dari yang lain. Skor benchmark macam antutu juga dia yang paling unggul.

Cuma, daya tahan baterainya mungkin yang agak dikorbankan. Mungkin ya, karena daya lebih besar dengan proses 16nm juga.

Begitu saja?

Sementara begitu. Karena saya juga belum pernah menguji pakai smartphone dengan Chipset 450 dan Helio P23 tadi.

Ini sebagai catatan saja, biar ingat kalau nanti mau beli hape lagi. Hihi

***

Kalau Snapdragon 625 sih sudah dua yang saya uji. Dua-duanya lagi berebut mahkota handpone paling OK diharga 3 juta.

(Motorola Moto G5s plus dan Xiaomi Mi A1, maksudnya).

***

Tabel di atas saya sarikan dari laman resmi masing-masing pabrikan. Kalau ada yang kurang tepat atau belum lengkap, jangan ragu untuk koreksi ya, kang. Maklum ngetik di kereta 🙂


Salam

diki septerian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.