Lutut untuk Mengingat

Mei 2015. Nenek masih sehat dan ceria.
Mei 2015. Nenek masih sehat dan ceria.

Seperti apa rasanya sekarang, nek?

Dua minggu sudah nenek pergi. Aku jadi ingat, malam ini, jam ini … Mamah datang ke rumahku. Perasaanku sudah tidak enak saat itu. Ada apa Mamahku datang malam-malam. Wajahnya pucat. “Bang, Oma meninggal …” Begitu ketika katanya sambil menangis.

Meninggal? Pikiranku langsung sesak dengan kenangan-kenangan. Juga Penyesalan.

***

Seminggu lalu, ketika badan ini terasa tidak enak, aku jadi ingat nenek. Dulu, dengan rasa sakit yang sama, nenek datang menjengukku. “Mas, titip cucu saya ya”, sambil berpesan ke tetangga sebelah ku. Nenek benar-benar sigap. Tanpa ragu, padahal berjalan saja tidak bisa terburu-buru.

Sebelum operasi juga nenek berpesan, “Doain Nek ya bang, biar sembuh, biar bisa ke Sukabumi lagi, he”. Lebaran fitri kemarin, nenek ikut ke Sukabumi. Menjemput cicit. Padahal, nek tahu… jalan (pulang pergi) Sukabumi padat sekali. Tapi, nenek tetap ingin ikut. Ternyata itu menjadi yang terakhir. Aah… nek memang berkemauan kuat.

lebaran juli 2015. Nenek masih bermain-main bersama cicit kesayangan.
lebaran juli 2015. Nenek masih bermain-main bersama cicit kesayangan.

Operasi sudah selesai, dan sukses. Tapi, siapa sangka.. tidak lama setelah itu nenek malah pergi. Siapa yang sangka nek… sakit di lutut bisa menghantarkan pulang ke “rumah”. Aku memang tidak peka. Aku malah menganggap nenek akan kembali seperti sedia kala paska operasi lutut itu.

Maaf ya nek …

Teringat sikap kasar ku ketika mencoba untuk menggeser kaki nenek di kasur. Aku tidak tahan waktu itu. Padahal nenek cuma minta di luruskan posisinya. Aku memang payah, tidak bisa merawat nenek meski hanya sebentar.

***

Kamar nenek kini kosong. Setiap main ke rumah nenek, Fakih—cicit nenek, selalu melongo ke kamar nenek. Lalu ia seperti kebingungan. Mungkin merasa ada yang hilang. Begitu juga dengan aku nek. Semoga nenek tenang di kamar baru. Semoga nenek bisa berjalan bebas, berlarian ke sana kemari, di taman-taman surga yang telah Allah janjikan.

Ya Allah, ampuni, rahmati, dan maafkanlah …

Dan akhirnya kita semua akan berakhir di sini. Hanya menunggu giliran
Dan akhirnya kita semua akan berakhir di sini. Hanya menunggu giliran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.