Makan di OTW Food Street Margonda

image

RASA penasaran saya tuntas sudah. Setelah 3 minggu hanya bisa mengira-ngira keramaian apa yang terjadi di persimpangan jalan Margonda. Kali ini terbayar lunas. Saya kepoin OtW FoodStreet Margonda bareng Fakih dan Mama-nya.

Makanan di OtW FoodStreet ternyata bukan cuma martabak saja.  Maklum yang terlihat bila saya pulang kerja hanya “kereta” dengan papan OtW Martabaknya. Martabak hanya salah satu dari 5 Platform yang tersedia.

Salah empat nya adalah Burger,  Hotdog, dan sejenisnya. Salah tiga nya kue cubit dan sejenisnya. Salah dua-nya segala jenis minuman, eskrim, dan teman-temannya. Dan yang satunya adalah segala jenis nasi dan mie.

image

 

Maaf bila tidak merinci menu apa saja yang tersedia. Saya sekadar membaca papan di masing-masing platform itu, tanpa memegang menu.

Saya datang sekitar jam 16.30. Tempatnya sudah ramai seperti yang saya lihat tiap malam.  OtW sendiri memang buka-nya sore hingga malam hari.  Tidak melayani sarapan. Tempat yang tidak terlalu luas itu terbagi menjadi beberapa titik. Titik Pertama parkiran, yang bercampur dengan platform martabak. Kedua halaman tempat platform kue cubit,  dan burger. Ketiga bagian dalam, tempat pesan segala jenis nasi dan mie,  juga minuman.

image

Ketika saya datang, di luar sudah penuh begitu juga di dalam. Tapi, saya putuskan untuk ke dalam. Ternyata gagal. Di cegat oleh petugas berbaju bola. “Tunggu Waiting List Dulu Ka”, katanya ramah.  “Oh begitu, kalau diluar boleh?”, tanya saya. “Bisa kak, tempatnya di pojok sana”. Saya pun beranjak ke sana. 

Ternyata sudah ada tulisan reserved. Tapi, belum ada yang pesan. Itu hanya trik supaya orang-orang yang tidak pesan, tidak duduk-duduk.

Pesanan saya serahkan ke Mama-nya Fakih. Karena tidak ada yang menunggu dan mencatatkan pesanan. Proses pesan dan bayar langsung ke platform yang kita inginkan. Setelah itu kita dapat nomor lalu duduk manis. Sambil swafoto juga boleh. Pake banget.

image
Pramu saji berbaju bola diminta untuk mengabadikan momen

image

Pesanan datang. Ternyata Mama-nya Fakih memesan Roti Bakar. Coklat untuk saya, keju untuk fakih, dan campuran daging, kebab, mayo, untuk dinikmatinya sendiri.

image

image

Rasanya?
Manis sekali. Meises ceres sepertinya. Kejunya juga gurih sekali. Dua-duanya sama: Coklat-kejunya turah-turah.  Kenyang sudah pasti. Bahkan saya tidak sanggup menghabiskan roti bakar keju yang sejatinya untuk Fakih. Saya minta bungkusan.

image

Setelah membungkus roti bakar keju. Dan menikmati sruputan terakhir Hot Chocolate yang saya tambahkan air (karena saking manisnya) sayapun beranjak pulang. Total yang saya bayarkan (eh, Mama-nya Fakih ding yang bayar) adalah 101 ribu rupiah.

image

Lunas sudah, Ke-kepo-an saya. Saya berbincang dengan Mama-nya Fakih. Apa yang membuat tempat ini ramai? Apa menariknya? Sehingga ABG-ABG Kece macam saya ini tertarik untuk datang. Bahkan bukan ABG seperti saya,  ehm..  Tapi, Mahmud Abas (Mamah Muda Anak Baru Satu) juga.

Karena unik. Jawabnya. Otw FoodStreet Margonda menyajikan tempat yang anak muda banget. Kekinian. Terbukti yang datang ke sana wajahnya cerah-cerah semua. Doyan Swafoto pula.

Itu saja-kah rahasianya? Visi dan penataan yang kuat pasti ada dibelakangnya.

Akankah saya datang lagi ke sana? Dengan gaya Fakih yang suka jadi tukang parkir dadakan, tiba-tiba lari ke jalanan sambil mengatur (bergaya lebih tepatnya), nampaknya tidak.

Mencari tempat “nongkrong” yang lebih tenang dan jauh dari jalanan tetap lebih menyenangkan.

image

Salam,
diki septerian

4 thoughts on “Makan di OTW Food Street Margonda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.