Mantra Agama Samawi

itikaf bi_malam27_kultum6

KALI ini saya tidak mengantuk. Benar-benar segar. Padahal sholat tahajud malam ke-27 lebih lama dari biasanya. Jam 4 subuh baru selesai! Aneh memang. Aahh… pencitraan! Tukang molor mah, molor aje! Hus diem.

Saya ke atas, bersiap menerima kultum. Malang, tempat saya rebahan telah diduduki orang. Saya ke bagian belakang—ternyata view di sana bagus. Ternyata juga teman saya bersarang di sana. Ustadnya langsung nge-gas. Mempesona sejak awal. “Ini ya?”, teman saya menyodorkan salah satu quote ustad itu. “Eh iya ya?”, saya malah tidak tahu siapa namanya tadi. Saya juga tidak mengenal nama ini sebelumnya: Husein Haikal.

“Sebutin negara kaya”, Ust. Husein Haikal memulai kultum dengan logat betawinya. “Singapura”, teriak salah seorang jamaah. “Singapura kaya!? Istighfar ente!”, jawab sang ustad yang di balas gelak tawa oleh jamaah. Begitu terus, setiap jamaah menjawab selalu saja disuruh istigfar. Belum ada yang betul. Akhirnya ia menyebutkan negara kaya itu: Indonesia.

itikaf bi_malam27_kultum2

Negeri yang dirampok

“Tidak akan selesai kalau kita berbicara kekayaan Indonesia. Yang ingin saya katakan, Indonesia ini harus kita jaga, karena negeri ini titipan Allah. Kekayaan kita yang luar biasa ini sedang diambil, sedang dirampok, sedang digerogoti. Oleh siapa? Oleh 2 Negara super power. Satu dari timur, satu dari barat. Yang dari timur adalah China, yang dari barat adalah Amerika. “

“Negara ini negara tujuan Rasulullah SAW. Islam masuk ke Indonesia bukan dari pedagang-pedagang India. Aca aca, nehi nehi. Bukan tahun 1927, tetapi sejak masa-masa awal, tidak lama setelah perjanjian hudaibiyah. Rasulullah masih hidup, bukti-bukti juga ada. Ditutup-tutupi oleh sejarah yang busuk, yang diberikan ke anak-anak kita. Kita dibohongi.”

Mantra Rahmatan Lil ‘Alamin

Kita ini dibius oleh orang-orang liberal. Ditiupkan mantra Islam Rahmatan lil ‘Alamin supaya kita lemah. Pemimpin dari non islam, rahmatan lil alamin. Ceramah jangan keras-keras, Rahmatan Lil “alamin. Kalau beriman dengan al-qur’an jangan cuma satu ayat. Rahmatan lil ‘alamin itu, kalau ada kucing kecebur di jalan, kita ambil kita keluarkan dia. Kalau agama diganggu, masih bilang Rahmatan Lil ‘Alamin? Palelo! Kata ustad itu keras.

Yahudi, Narasani, Islam adalah agama Samawi

“Tidak ada kemusyrikan terbesar daripada orang yang mengatakan, Yahudi, Nasrani, Islam itu agama samawi. Nah ini materi kita”. Sambung ust haikal yang dibalas tawa oleh jamaah. “Sudah panjang-panjang”, baru materi, ia melanjutkan.

Tidak ada dalam literatur negara apapun. Dalam bahasa Arab, bahasa inggris, bahasa ibrani yang menyatakan agama samawi. Hanya ada di sini. Supaya kita mau menyatakan. “Oh.. agama samawi. Nabi Musa bawa Taurat untuk Yahudi, Nabi Isa membawa Injil untuk Nasrani, Nabi Muhammad membawa Al-Qur’an untuk Islam. Betul? Betul? Betul? “Betuuull”, jawab salah seorang jamaah. Salah! Istigfar ente.

Kalau Yahudi, Nasrani, Islam disebut agama samawi berarti agama dari langit. Berarti Allah yang turunkan. Oh.. yahudi bikinan Allah, Nasrani bikinan Allah. Lalu dengan polosnya kita mengatakan … ”Islam datang menyempurnakan agama-agama sebelumnya”.

itikaf bi_malam27_kultum

Mantra Busuk

Ada dua mantra busuk, yang secara tidak sadar telah kita sebut.

  1. Mengatakan Yahudi, Nasrani, dari Allah. Fitnah jangan keterlaluan deh. Allah kok difitnah.
  2. Islam menyempurnakan agama-agama sebelumnya. Berarti islam belakangan dong? Naudzubillah summa naudzubillah.

Padahal jelas di surat Al-Baqarah ayat 140

“Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’kub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, “kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian Allah yang ada padanya?” Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”

 

Asal Mula

Setelah mendegarkan perkataan itu, otak saya langsung ingat. Dulu pelajaran SMP pernah ada isian, manakah diantara berikut yang bukan agama samawi: Hindu, Islam, Kristen. Saya ingat betul, pernah diajarkan bahwa agama samawi itu Yahudi, Kristen dan Islam. Melekat sekali. Hingga sekarang. Betapa halusnya, betapa sitematisnya!

“Awal mulanya adalah Ibrahim AS.” Ustad Haikal melanjutkan ceramahnya. Mengapa semua orang menghormati Ibrahim? Allah yang bilang, “Aku menjadikan kamu pemimpin bagi semua manusia”. Ibrahim lahir di desa hur, tahun 1978 sebelum masehi. Di masa itu yang berkuasa adalah raja Mesopotamia. Ternyata raja mesopotamia versi Injil, versi ensiklopedia Americana hidup kurang lebih tahun 2.000 sebelum masehi. Ternyata juga raja mesopotamia itu Namarudz. Atau Namrudz yang sering kita sebut. Sama dia dia juga. Seperti Ibrahim. Abraham Nasrani, Afram Yahudi, Ibrahim Islam, Baim, betawi.”

Ibrahim punya 2 anak. Ismail anak pertama, dari istri yang bernama Hajar. Hajar bukan keturunan budak. Kalau ada yang bilang Hajar itu keturunan budak, ente hajar! Bukan ulama, bukan habaib, yang ngomong ini adalah Ibnu Mas’ud. Makanya ente kalo baca sejarah jangan sejarah SD, SMP, SMA, ane jamin ngawur! Buka dong sejarah Ibnu Hajar Asqolani, Ibnu katsir, At-Thobari. Siapa Hajar? Di anak raja, yang dikudeta oleh raja yang mengambil Ibrahim.

Anak ke 2 Ishak. Lahir dari Sarah. Istri pertama Ibrahim. Sarah ini Yahudi tulen. Suku ya suku! Bukan agama. Yahudi itu suku bangsa di Palestina. Mpok sareh kalo bahasa kitanya.

Agama Nabi Ibrahim AS

Ibrahim bukan Yahudi, bukan Nasrani, tapi Muslim. Kenape sih ragu-ragu bilang Agama Ibrahim itu agama tauhid, ajaran yang lurus. Supaya kita lemah. Buka Al-Baqarah ayat 132-133:

“Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”

“Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya’kub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalanku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.”

Lihat juga Al-Hajj ayat 78:

“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini. Agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dia-lah pelingdungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”

Silsilah Nabi-nabi

Ustad itu lalu menjelaskan tentang silsilah nabi-nabi. Mulai dari Ishak, yang punya anak Ya’kub. Ya’kub yang beristri empat. Salah seorang istrinya Leah, melahirkan 6 anak, salah satunya Levi, nah Levi ini yang melahirkan Musa. Kemudian salah satu anaknya lagi Yahuda, melahirkan Thalut. Kemudian Daud. Ustad Haikal menampilkan slide silsilah nabi-nabi itu. Secara ringkas menjelaskan urut-urutannya.

Pernyataan Moshe Sharon

Ini juga tidak kalah menarik. Sang ustad lalu memutarkan video tentang pernyataan jujur seorang profesor sejarah. Dia seorang Yahudi. Intinya dia mengatakan, “Bahkan kenyataanya, sejarah dunia ini adalah sejarah Islam”.

Kitab Modifikasi

Agama yahudi dibuat tahun 930 SM. Ini modifikasi Taurat. 325 SM Nazaret (konstantinus) seorang raja mengangkat Yesus Sebagai Tuhan. Kalau Tuhan baru ada sejak tahun 325, lalu sebelumnya bagaimana? Makanya Konstantinus 2 mengkoreksinya, Yesus bukan tuhan, tapi anak tuhan. Lahirlah kristen protestan. Dimasa itu Islam sudah tersebar, buktinya adalah surat raja konstantin untuk mencungkil mata orang-orang yang sholat.

 

Jilid 2

Tanpa terasa sudah jam 6 pagi. Sang ustad menyudahi kultum yang belum selesai itu. Bagi jamaah, kultum harus tetap dilanjutkan. Jadilah ustad itu diserbu. Bahkan oleh anak-anak, juga ibu-ibu. Saya tidak langsung menuju ruang tengah. Saya harus mandi. Ini bukan hari libur, sayang sekali.

Kamar mandi mengantri sekali. Jamaah memang mengikuti kultum hingga akhir. Begitu selesai. Sekitar jam 6.40 ternyata sang ustad masih dikelilingi jamaah. Saya berpaling. Baru beberapa langkah, balik lagi. “Ah biarin telat deh .. sayang ini kalo lewat, pikir saya.” Jadilah saya mengikuti kultum jilid 2.

Tanya jawab berlangsung seru. Ternyata sang ustad pernah ikut syiah selam 2 tahun. Ia bilang, “saya bisa membuat bapak menjadi syiah hanya dalam waktu 7 menit”. Ia kemudian mendemonstrasikan cara-cara nya. Pintu masuk nya adalah, keluarga Rasulullah yang harus disebut dalam sholat. Di giring terus ke hingga ke pembantaian karbala. Ambil hati, ambil emosi, hingga akhirnya closing.

Ia juga menjelaskan tentang umur Aisyah saat dinikahkan nabi. Bukan 9 tahun seperti yang dibilang orang-orang. Atau seperti kata hadis dengan rawi tunggal. Aisyah itu dinikahkan ketika umur 23 tahun. Ia menjelaskan urut-urutanya.

Karena hari sudah semakin siang, salah seorang bertanya, “jadi buku apa yang harus dibaca tentang sejarah kontemporer?” “Rajadiraja sejarah tetap Ath-Thobari. Baca terus hingga bagian Indonesia, selain itu Ibnu Katsir, ibnu hajar as qolani.

Saya pun meninggalkan ruang tengah itu. Entah sampai jam berapa kultum itu berkanjut.

Segitu dulu kang. Oh iya, saya merekam (video) kultum dan juga saat sang ustad mendemonstrasikan cara-cara syiah. Besar filenya. Internet kantor sedang parah. Semoga bermanfaat.

Salam,

diki septerian

4 thoughts on “Mantra Agama Samawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.