Mencoba Lenovo A2010 : Menikmati 4G di Harga Sejuta

Lenovo A2010 (8)

Saya mendapat tugas yang gampang-gampang susah: Mencari HP Android yang awet di rentang harga satu juta. Kurang boleh, lebih jangan banyak-banyak. Pilihan cukup melimpah sebenarnya, tapi saya fokuskan kepada yang bermerk global. Maka dari itu, Advan, Evercoss, Polytron, tidak masuk hitungan. Pilihan saya mengerucut ke dua: Acer Z320 atau Lenovo A2010.

***

Setelah memantau beberapa situs belanja daring, dan meninjau langsung ke toko. Akhirnya pilihan saya jatuhkan ke Lenovo A2010. Acer Z320 lebih sulit dicari, ditambah lagi saat saya membeli Lenovo sedang ada promo, harga menjadi setara dengan Acer Z320 : 1,1 Juta.

Lenovo a2010 screenshot (3)

Spesifikasi lengkap terpampang jelas pada kemasan bagian belakang. Jaringan 4G LTE, Prosesor 64-bit Empat Inti, serta kamera depan belakang menjadi sorotan. Belum lagi RAM yang 1 GB dipadu dengan ROM 8 GB. Bila dirasa kurang, Lenovo A2010 ini juga mendukung penambahan kartu memori hingga 32 GB. Suka foto diri sendiri? Kamera depan dengan resolusi 2 MP siap melayani.

Saat Digenggam

Lenovo A2010 memiliki lebar 6,6 cm, tinggi 13 cm, dan tebal kurang dari 1 cm. Panjang diagonal layarnya 4,5 inchi. Dengan perbandingan bodi dan layar sekitar 63%. Bila angka-angka terlalu susah dibayangkan, maka saya berani bilang: Lenovo A2010 ini nyaman digenggam, pas di kantong, ringan, dan sama sekali tidak terasa gemuk. Kualitas pengerjaannya juga tidak murahan. Plastik yang membungkus bodi dan baterai tidak getas. Bahkan terlihat premium dengan sentuhan (seperti) pasir. Tidak licin juga. Untuk urusan genggam-mengenggam bisa dikatakan Lenovo A2010 ini sangat baik.

 

Saat Dilihat

Layar 4,5 inchi dipadukan dengan teknologi TN. Bukan IPS ataupun AMOLED. Terkesan ketinggalan dan tidak mengikuti tren memang, tapi bukan berarti buruk. Saat layar dinyalakan, sudut pandangnya baik. Dilihat dari samping kiri dan kanan tidak terlihat adanya gradasi warna, begitu juga bila dilihat dari bawah. Hanya saja bila kita melihat dari atas dengan sudut ekstrim (tegak), maka warna mulai mengalami perubahan. Tidak buruk-buruk amat, lagi pula siapa yang ingin menggunakan HP dengan posisi tegak seperti itu? Tingkat kecerahanya biasa saja. Saya tidak sempat membawanya keluar untuk menantang matahari. Tidak ada pengaturan otomatis untuk kecerahan layar, jadi saya diharuskan untuk mengatur terang-gelap secara mandiri. Repot sih, tapi tidak pakai banget.

 

Saat Digunakan

Antar muka Lenovo A2010 seperti antar muka HP besutan Negeri Tirai Bambu lainnya: Tanpa ada Laci Aplikasi. Setiap aplikasi yang di pasang, maka akan tampil di layar utama, mengisi halaman yang belum terisi penuh. Bila ditelusuri lebih jauh ke bagian pengaturan, maka akan kita temukan Sistem Operasi Android 5.1 yang menjadi dasarnya.

Menyentuh layar Lenovo A2010 kadang butuh tekanan lebih, meski tidak selalu. Tanggapan layarnya tidak se-mulus Nokia Lumia 620 yang berteknologi sentuhan super sensitif. Selama digunakan, Lenovo A2010 terasa cepat. Meski tidak bisa dibilang sangat cepat. Saya masih dapat merasakan jeda antara penekanan tombol dan terbuka-nya aplikasi. Tenang, waktu jeda itu tidak sampai membuat saya melamun. Hanya sepersekian detik. Bila ditelisik lebih jauh ada 4 otak berkecepatan 1 Ghz dari Mediatek yang menggerakkannya. Mediatek 6735 lebih jelasnya.

Saya langsung mendapatkan pembaruan sistem ketika pertama kali menghubungkan Lenovo A2010 ke jaringan WiFi. Entah fitur apa yang ditambahkan, atau kutu apa yang diberantas. Tanpa pikir panjang saya langsung mengunduh dan memasang pembaruan itu.

Lenovo a2010 screenshot (7)

Saya tidak menemukan fitur ketuk dua kali untuk menyalakan layar dari keadaan padam. Ataupun fitur lain seperti menulis huruf (atau bentuk tertentu) untuk mengaktifkan layar. Jadi, bagi yang terbiasa menyalakan HP dengan mengetuk dua kali, harus beradaptasi lagi dengan HP ini. Ketika layar sudah aktif, maka kita bisa melakukan gerakan geser bawah untuk menunjukkan pengaturan cepat, pengaturan umum, juga pemberitahuan. Geser kanan-kiri untuk berganti layar. Bila geser ke atas? Maka tidak akan terjadi apa-apa.

Lenovo A2010 dilengkapi dengan 3 tombol nyata tanpa penerangan. Sebelah kiri untuk menu, tengah untuk kembali ke layar utama, dan kanan untuk kembali satu langkah. Bagaimana dengan kerja paralel? Mudah saja, tinggal mengetuk tombol tengah sebanyak dua kali. Maka tampilan kerja paralel khas Android Lollipop akan muncul.

Kekuatan dan Kelemahan

Lenovo A2010 jelas menyasar mereka yang suka kecepatan tapi mempunyai dana terbatas. Dengan harga 1 juta lebih 100 ribu jaringan 4G sudah dapat dinikmati. Tapi tidak semua jaringan. Setidaknya Kartu Bolt tidak dapat digunakan. Terdeteksi sih, tapi tidak bergerak. Tersedia dua slot kartu. Slot utama mendukung jaringan 2G/3G hingga 4G, sedangkan slot kedua hanya sampai 2G saja.

Buat yang suka berfoto ria, harus dipertimbangkan lagi. Betul kamera belakangnya 5 MP, kamera depannya 2 MP. Tapi tipe fokusnya adalah FIXED alias tidak otomatis. Kita harus memajukan, juga memundurkan HP untuk mendapatkan gambar yang tajam. Memotret tulisan sangat sulit sekali. Saya mencoba memotret tulisan yang ada di kotak HP Lenovo ini, namun hasilnya tidak ada yang memuaskan. Buram. Akhirnya saya potret dengan Nokia Lumia 520 yang memiliki resolusi sama-sama 5 MP tapi sudah memiliki fitur auto fokus. Hasilnya seperti yang sudah saya tampilkan di awal tulisan ini.

Apakah artinya kamera nya buruk? Tidak juga. Tetap dapat digunakan untuk memotret pemandangan. Asalkan cahaya cukup, maka hasil juga tidak jelek-jelek amat. Tapi, jangan berharap lebih jika ingin memotret secara makro (dekat). Akan susah sendiri nantinya.

Isi dalam Kotak

Lenovo tidak sembarangan menyertakan kelengkapan pada Lenovo A2010. Di dalamnya kita mendapatkan 1 unit charger dengan keluaran daya 1 Ampere yang terasa kukuh, 1 unit kabel data dan yang mengejutkan: 1 buah headset. Tapi kok warnanya putih ya?

lenovo-a2010-isi-dalam-kotak-ds-01

 

Lenovo A2010 ini juga bisa difungsikan sebagai Hotspot. Dengan jaringan 4G LTE dan baterai 2000 mAh, maka HP ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang tidak ingin membeli Mi-Fi 4G secara khusus.

Akhirnya …

Perkenalan saya dengan Lenovo A2010 memang terbilang singkat. Dia hanya mampir sesaat, untuk kemudian saya kirimkan lagi. Saya sempat mencoba kamera depan dan belakang HP ini. Namun sayang, saya lupa menyimpannya di mana. Yang saya ingat adalah ada fitur suara, beauty, bisa mengatur ISO, White Balance, Exposure, tapi tidak bisa mengatur Shutter Speed. Hasilnya? Ya itu tadi … entah di mana saya menyimpan salinannya.

Oh iya, hampir terlupa, dengan Lenovo A2010 ini sempat juga saya melakukan panggilan telpon. Rasanya OK. Suara terdengar jelas, tidak kecil, juga tidak mendam. Jadi ini tetap HP yang memang selayaknya HP: baik digunakan untuk memanggil atau dipanggil.

 

Semoga bermanfaat

 

salam,

diki septerian

 

0 thoughts on “Mencoba Lenovo A2010 : Menikmati 4G di Harga Sejuta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.