Mencoba Xiaomi Redmi 3 Prime

Paket lengkap di harga dua juta. Adakah cela-nya?

***

Xiaomi Redmi 3 Prime berhasil keluar dari kerumunan. RAM 3GB dan penyimpanan internal 32GB menjadi pembedanya. Belum lagi baterai 4100mAh di dalam bodi metal yang tebalnya tidak lebih dari 8.5mm.

Bahkan sensor-sensornya juga lengkap: Pemindai sidik jari, Kompas, Infra Red, Gyro, Proximity, dan Accelerometer.

Di sisi software juga tidak kalah menarik. MIUI 8 yang memungkinkan fitur partisi penyimpanan internal “Second Space” dan fitur yang memungkinkan memiliki dua aplikasi yang sama “Dual Apps” siap diunduh.

Lalu, bagaimana rasanya? Apakah gegas, adakah panas berlebih, bagaimana daya tahan baterai dan seberapa cepat mengisinya, juga dengan hasil kamera?

***

Isi di dalam Kotak

Di dalam kotak ada si Redmi 3 Prime, pengisi daya dengan keluaran 5V 2A (10W), kabel charger yang dapat digunakan sebagai kabel data, manual dan garansi, serta sim ejector. Tidak ada earphone maupun casing tambahan di dalam kotak berlogo TAM itu.

Penampilan dan Ergonomi

Ada dua warna yang ditawarkan Xiaomi Redmi 3 Prime: Emas dan Perak. Untuk warna emas, bagian depan juga dibalut warna serupa. Sedangkan untuk perak, maka bagian depannya berwarna hitam. Tepiannya dibalut dengan semacam chrome hingga membuatnya mengilap.

Bagian belakang terdapat pengeras suara, kamera+led flash, dan juga pemindai sidik jari. Sisi kiri bersih, hanya terlihat lubang tempat penyimpanan kartu hibrid (micro sim dan nano sim/micro sd). Sisi kanan ada tombol power dan volume. Menekannya terasa menyenangkan. Tidak ada bunyi klik, namun tetap terasa umpan baliknya. Rasanya juga empuk.

Lubang 3.5mm untuk memasang earphone (dan sejenisnya) ada di atas, begitu juga dengan lubang kecil peredam kebisingan. Di bagian bawah terdapat lubang micro usb (bukan tipe-c) dan juga lubang microphone. Di atasnya ada tombol-tombol menu, tidak ada lampu led sebagai tambahan penerangan, tetapi ada led lain sebagai tambahan untuk pemberitahuan, letaknya di bawah tombol home.

Ponsel yang memiliki dimensi 139.3 x 69.6 x 8.5 mm itu terasa nyaman digenggam dan tidak licin. Bila ada masalah pada peletakkan tombol, maka bulatan pemindai sidik jari yang terlalu atas jawabannya. Jari telunjuk saya tidak mampu menjangkau bulatan itu ketika memegang ponsel dengan keadaan normal. Harus merubah posisi sedikit. Dan itu menyebalkan.

Performa dan Display

Ponsel dengan layar 5 inchi dan kerapatan HD (1280×720) ini berteknologi IPS. Sudut pandangnya luas. Dilihat dari sisi manapun tidak ada perubahan warna. Menyentuhnya juga terasa lembut, tidak membutuhkan tekanan berlebih. Bahkan mungkin terlalu sensitif. Beberapa kali saya coba gerakan sapu ke atas malah dibacanya sebagai menekan layar. Aplikasi yang seharusnya tertutup malahan jadi terbuka.

Di bawah sinar matahari, layarnya masih dapat terbaca dengan baik. Kecerahannya bisa diatur manual atau otomatis. Jika tidak senang dengan keluaran warna bawaan, silahkan atur dibagian pengaturan display.

Sayangnya tidak ada keterangan apakah layar indah itu dilapisi Gorilla Glass (dan lapisan lain) atau tidak. Jadi, amannya segera pasangkan lapisan tambahan agar layar tidak mudah tergores.

Dengan resolusi layar yang tidak dipaksakan ke Full HD, harusnya delapan prosesor A53 (Chipset Qualcomm Snapdragon 616) yang menjadi mesin penggerak tidak mengalami kendala untuk mengerjakan hal-hal rutin. Kenyataannya memang begitu. Tapi, tidak semua aplikasi berjalan mulus.

Chrome contohnya. Untuk membuka aplikasi itu memang tidak masalah. Tapi, ketika kita membuka aplikasi lain dan kemudian balik lagi ke chrome, maka aplikasi pencari dari Google itu akan mengalami refresh. Berkedip sebentar, baru siap dijalankan lagi.

Aneh memang. Seharusnya dengan RAM 3GB hal itu tidak terjadi. Saya memastikan kembali dengan Vivo Y21, dan ia tidak mengalami refresh seperti tadi. Instan terbuka, meski RAM hanya 1GB dengan empat cortex A7 yang jadul sebagai prosesornya.

Kabar baiknya, tidak ada keluaran panas berlebih saat ponsel digunakan untuk browsing, menjalankan aplikasi, juga saat melakukan berbagai tes.

Benchmarking

Skor Antutu : Percobaan pertama 26690, Percobaan kedua 27316. Sisa RAM 2GB dari 3GB; Sisa penyimpanan internal: 25,15GB dari 27,01GB yang dapat digunakan. Kecepatan Penyimpanan Internal: Baca 143,35 MB/s; Tulis 121,26 MB/s.

Jaringan dan Koneksi

Secara perangkat, Xiaomi Redmi Prime 3 harusnya mampu bekerja di jaringan 4G. Namun, karena terkendala Tingkat Kandungan Dalam Negeri, Erajaya selaku distributor resmi memilih untuk “menyembunyikan” fitur itu. Jadilah jaringan yang mampu dinikmati sebatas 3,5G saja.

Itulah cela-nya. Di rentang harga 2 juta, kompetitor yang telah memiliki pabrik di Indonesia tidak terkena kendala TKDN tadi. Sehingga jaringan 4G dapat langsung dinikmati sejak ponsel dibuka dari kotak. Sebut saja LG K10, Asus Zenfone 3 Max, Lenovo Vibe K5, Samsung J3, Vivo Y51, dan Oppo A37F.

Untungnya ada cara untuk membuka jaringan 4G itu. Bila kita menggunakan dua kartu sekaligus, maka hanya salah satu yang dapat menikmati jaringan 4G nya. Satu lagi sebatas GSM saja.

screenshot-xiaomi-redmi-3-prime-24

Jaringan lain yang ada di perangkat ini adalah Wi-Fi b/g/n, mendukung Wi-Fi direct. Radio FM dan Bluetooth 4.1 juga tersedia. Ada yang unik, tapi sudah menjadi tradisi Redmi: Infrared. Dipadukan dengan aplikasi Mi Remote, jadilah ia remote yang dapat digunakan untuk hampir semua peralatan rumah tangga yang pakai remote (TV, AC, dll).

OS dan Fitur

Android Lollipop 5.1.1 menjadi dasar sistem operasi Xiaomi Redmi 3 Prime. Sedangkan antar mukanya adalah MIUI Global 7.5. Lengkapnya 7.5.2.0. Bila terhubung dengan jaringan internet, maka akan ada pemberitahuan untuk segera memperbaruinya ke versi 8.0.2.0.

Setelah berkeliling dengan MIUI versi 7, saya lalu mengunduh versi 8 tadi yang besarnya 424MB. Proses unduh dan pasang kira-kira memakan waktu 30 menit.

Secara umum, MIUI 8 tidak berbeda dari MIUI 7. Sama-sama menganut aliran tanpa laci aplikasi. Semua aplikasi akan tampil di layar utama atau di layar-layar berikutnya. Aplikasi bawaan juga tidak mengganggu. Aplikasi yang fungsinya sebagai peralatan dijadikan digabung dalam folder tools. Isinya seperti gambar berikut.

screenshot-xiaomi-redmi-3-prime-28

Scanner layak dirincikan lebih jauh. Aplikasi ini selain bisa membaca QR code, Bar code, juga bisa membaca dokumen. Misalkan ada lembaran berisikan beberapa tulisan, alat ini nantinya akan membaca, kemudian mengubahnya menjadi bentuk teks. Sayangnya belum bisa membaca teks berbahasa Indonesia.

screenshot-xiaomi-redmi-3-prime-6

Aplikasi bawaan lain adalah Security, Browser, WPS Office dan Facebook. Selebihnya aplikasi dari Google.

Lalu, apa yang spesial dari MIUI versi 8 ini?

Sempat saya singgung di awal, ada tambahan fitur dibagian pengaturan: Second Space dan Dual Apps. Selain itu MIUI 8 juga terasa lebih rapi dan sederhana bila dibandingkan dengan MIUI 7.

Tambahan itu memang menarik. Tapi eksekusi sebenarnya tidak begitu mulus. Utamanya pada Second Space yang terasa masih tersendat-sendat saat akan membuka dan berpindah space satu dan berikutnya.

Untuk fitur, Xiaomi Redmi 3 Prime didukung oleh pemindai sidik jari. Letaknya yang tidak ergonomis membuat saya malas untuk mengaktifkannya. Ditambah lagi tidak instan. Sayangnya lagi, saya tidak menemukan fitur ketuk dua kali untuk mengaktifkan layar. Jadi, tombol power satu-satunya yang bisa diandalkan untuk urusan mengkatifkan dan menonaktifkan ponsel.

Daya Tahan Baterai

Baterai sebesar 4100mAh disematkan di dalam tubuh unibodi Xiaomi Redmi 3 Prime ini. Baterainya tipe tanam. Tidak bisa dilepas, seperti layaknya ponsel-ponsel kekinian. Memiliki kapasitas baterai yang tidak wajar di dalam tubuh yang kompak tentu menyenangkan. Begitu juga kenyataannya. Ia sanggup menembus batas 24 jam pemakaian dengan tenaga tersisa sekitar 30% (Jam 2 siang ketemu jam 2 siang). Tentu ini tidak bisa dijadikan patokan pasti, karena pemakaian dalam keseharian benar-benar bervariasi.

Bagaimana dengan kecepatan pengisiannya? Dalam waktu satu jam dari 30% terisi hingga 80%. Mengesankan sih, mengingat kapasitas baterai yang besar tadi.

screenshot-xiaomi-redmi-3-prime-52

Kamera

Secara spesifikasi, kamera Xiaomi Redmi 3 Prime juga tidak kalah menarik. Duet 13MP belakang dan 5 MP depan memang umum. Tapi dengan lensa f/2.0 dan auto fokus yang sudah Phase Detect, tentu duet ini layak dibilang maut. Kenyataannya?

Bokeh

xiaomi-redmi-3-prime-hasil-jepretan-foto-8

Makro

xiaomi-redmi-3-prime-hasil-jepretan-foto-6

Indoor

HDR On Off

Outdoor

xiaomi-redmi-3-prime-hasil-jepretan-foto-10 xiaomi-redmi-3-prime-hasil-jepretan-foto-18 xiaomi-redmi-3-prime-hasil-jepretan-foto-21 xiaomi-redmi-3-prime-hasil-jepretan-foto-23

Swafoto

xiaomi-redmi-3-prime-hasil-jepretan-foto-5

Fitur Kamera Xiaomi Redmi 3 Prime begitu sederhana. Meski begitu, tetap ada mode manual seperti pada seri Flagshipnya Mi Series. Namun yang diatur hanya ISO dan White Balance saja. ISO yang dapat diatur rentangnya dari 100-800. Untungnya bisa mengatur whitebalance, bila tidak, pengaturan gambar bawaan cenderung lebih dingin. Contohnya warna merah menjadi pink bila mengandalkan auto whitebalance bawaan tadi.

Audio dan Telepon

Untuk urusan audio, tidak ada spesifikasi khusus yang dicantumkan pada Xiaomi Redmi 3 Prime ini. Jadi yang bisa saya katakan adalah tingkat suara multimedia nya tidak berbeda dari ponsel android lainnya: 15 level. Memang ada yang berbeda? Ada, coba saja ponsel besutan Vivo. Vivo Y15, Y21, V3 (sangat mungkin juga seri Vivo lainnya) memiliki 30 tingkat pengaturan volume. Hal ini tentu membuat pengaturan suara lebih presisi.

Meski tidak ada spesifikasi khusus, Xiaomi Redmi 3 Prime dilengkapi tools untuk mengotak-atiknya. Saya mencoba dengan IEM (In Ear Monitor) dari Xiaomi sendiri. Ternyata di sini disebut sebagai standar edition. Rasanya? Suara yang dikeluarkan lebih bersih daripada menggunakan Oneplus X. Bagaimana dengan tunningan yang lain? Silahkan dicoba-coba saja kang, masing-masing memberikan sensasi yang berbeda. Ada yang menonjolkan vokal, ada yang menonjolkan bass, ada juga yang malah memendamkan suara.

Untuk loud speaker bagaimana? Saya tidak menyukai posisinya yang ada di belakang. Karena suara akan tertahan jika kita meletakkan ponsel dalam keadaan terlentang. Tapi, keluaran suaranya baik. Saya memang tidak mencobanya hingga full… ya seenggaknya kita masih bisa mendengar deringan telepon bila sedang berada di luar.

Untuk urusan telepon juga baik. Suara penelpon terdengar jelas dan bersih. Suara saya juga begitu. Katanya sih ada dua noise canceling yang di pasang. Jadi tidak khawatir lagi bila harus menerima atau menelpon di kondisi yang bising.

Beli atau tidak

Di atas kertas, ponsel-ponsel keluaran Xiaomi memang menggiurkan. Spek tinggi harga terjangkau. Tampilannya juga tidak kampungan. Karena itu tanda #mendingxiaomi kian populer. Cuma, disitu juga jebakannya. Kian banyak juga ponsel Xiaomi yang beredar dipasaran secara tidak resmi. Sepengamatan saya, tahun ini ada 2 ponsel baru Xiaomi yang resmi beredar di Indonesia. Redmi 3 Prime ini dan kakaknya Redmi Note 3 Pro. Padahal masing-masing punya punya kembaran. Yang bila diikuti menjadi pusing sendiri nantinya.

Bila ingin membeli Xiaomi, pastikan ponselnya adalah yang resmi beredar. Karena ini akan berpengaruh pada purna jual nanti. Bila tidak, ya pilihan di rentang harga ini masih banyak.

Simpulan

Adakah cela dari ponsel yang memang menyasar kelas bawah dan menengah ini? Jelas ada. Cela itu terlihat menganga lebar buat mereka yang tidak senang oprek-mengoprek ponsel: Jaringan 4G LTE. Namun, cela itu nampaknya akan sirna pada generasi Redmi berikutnya. Ini karena produksi ponsel Xiaomi sudah dilakukan di Indonesia.

Bagaimana dengan Mi series yang selalu menjadi andalan untuk menengah atas? Apakah akan ikut masuk juga?

Kita tunggu saja. Sambil menikmati Xiaomi Redmi 3 Prime yang nyaris tanpa cela ini.

 

Salam,

diki septerian

 

Spesifikasi Xiaomi Redmi 3 Prime

  • Operating system MIUI 7.5.2.0 Upgradeable to MIUI 8 (based on Android 5.1.1)
  • Processor Qualcomm Snapdragon 616 Octa core
  • Internal Storage 3GB RAM, 32GB ROM
  • Expandable Memory Upto 128GB
  • Color Gold, Silver
  • Dimension 139.3 x 69.6 x 8.5 mm
  • Weight 144g
  • Battery 4100mAh
  • Material Metal
  • Display Size 5.0 inchi; Resolution HD(1280*720); Type IPS LCD
  • Network  dual sim 2G/3G GSM
  •  Camera Rear 13MP PDAF Front 5MP
  •  Sensors: Accelerometer; Ambient Light Sensor; Proximity sensor; E-compass; Infra Red, Fingerprint
  •  Connectivity: MicroUSB; Wi-Fi; Bluetooth; FM Radio; OTG
  • Others: LED Notification

4 thoughts on “Mencoba Xiaomi Redmi 3 Prime

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.