Mengenal Sudut Pandang Lensa Kamera

Bedanya sudut pandang lensa 24mm, 35mm, 50mm, dan 100mm.

***

Untuk urusan kamera handphone, paling sering saya ditanya tentang megapiksel-nya. “Berapa MP kamera-nya?” kira-kira begitu pertanyaannya. Dan memang paling mudah menjawabnya, “8, 13, 16, 20”. Tapi apakah itu jaminan akan bagusnya suatu gambar?

Belum tentu. Secara hardware, ada hal lain yang perlu diperhatikan: Ukuran sensor dan lensa.

***

Lensa dengan panjang focal (focal length) 35-50mm sering disebut sebagai lensa normal. Artinya sudut pandang yang diberikan mirip dengan apa yang dilihat oleh mata kita. Sedangkan di bawah itu, disebut sebagai lensa lebar (wide). Di atasnya disebut jauh (tele).

sudut pandang 24mm

***

Ukuran Sensor Mempengaruhi

Pernah memperhatikan rincian pada gambar yang kita ambil melalui handphone? Biasanya banyak informasi menarik di sana. Tapi kali ini coba lihat focal lenght-nya. Pada vivo V3 focal lenght yang tertera adalah 3.7mm, Oneplus X 3.79mm, vivo Y21 2.94mm, Asus Zenfone 2 Laser 4.6mm, OPPO F1 Plus 3.5mm, Xiaomi Redmi 4A 4.92mm, Flash Plus 2 3.5mm, Xiaomi Redmi 3 Prime 4.22mm. Bila merujuk pada catatan di atas, maka seharusnya gambar yang dihasilkan sangat amat lebar. Nyatanya?

Terlihat lebar saja kan, tidak super lebar ataupun sampai tampak seperti mata ikan (fish eye). Kok bisa ya? Sekali lagi karena sensor-nya. Ukuran sensor pada kamera handphone biasanya sekitar 1/2,3 – 1/5 inchi. Sangat kecil bila dibandingkan dengan kamera yang yang bisa di gonta-ganti lensanya. Karena itu “faktor pengali-nya” juga besar, bisa-bisa 6-9 kali.

sudut pandang 35mm

Faktor Crop

Ada tulisan 8.8-36.8mm 1:1.8-2.8 pada lensa Canon G7X yang saya foto di awal tulisan ini. Artinya? 8.8-36.8 adalah panjang focalnya, sedangkan 1:1.8-2.8 adalah bukaan lensa-nya, nilai f-nya, aperture-nya.

Ok, semakin bingung?

Sekarang kita tidak akan bahas nilai f, fokus ke panjang focal dulu. Canon G7X adalah kamera saku dengan ukuran sensor 1 inchi. Dan ia memiliki faktor crop 2.7x. Jadi, bila pada lensa paling lebarnya tertulis angka 8.8mm, maka lensa ini akan memberikan sudut pandang yang setara dengan lensa 24mm pada kamera full frame (kalikan saja). Begitu juga dengan informasi sudut terjauhnya, lensa ini mampu mencapai 36.8mm, artinya akan memberikan sudut pandang yang sama dengan lensa 100mm pada kamera full frame 35mm.

Jadi, Canon G7X termasuk kamera dengan lensa sapu jagat. Mampu memberikan sudut pandang lebar hingga ke sempit, 24-100mm.

sudut pandang 50mm

Hmm…makin nggak ngerti nih.

Ok, sekarang kita lihat lensa kit yang biasa menjadi paket pembelian kamera DSLR Canon. Lensa kit ada yang 18-55 dan 18-135. Ada juga yang 24-70, 24-105. Sudah bisa menghitungnya?

Sebelum menghitung, lihat dulu kameranya. Sensornya APS-C, atau Full Frame (kita belum bicara kamera dengan sensor micro 4/3 dan medium format ya). Untuk Canon, semua DSLR dengan seri XXXXD, XXXD, XXD, dan 7D memiliki ukuran sensor APS-C (sekitar 22x15mm). Begitu juga mirrorless-nya (EOS M10, M3, M5, M6), semua menggunakan sensor ukuran APS-C (sampai saat ini Canon belum mengeluarkan kamera mirrorless dengan sensor Full Frame). Sedangkan seri Full Frame-nya (sekitar 36x24mm) ada pada seri 6D, 5D series, dan 1D series.

Ambil contoh, kamera kita EOS 1300D, maka panjang focal pada lensa kit harus kita kalikan 1.6. Jadinya, panjang focal 18 akan menjadi sekitar 28mm, dan 55 akan menjadi sekitar 88mm. Bila kita ingin mendapatkan sudut pandang yang lebih lebar, maka pasangkanlah lensa dengan panjang focal di bawahnya. 10-18mm misalnya. Bila ingin lebih jauh, pasangkan lensa 55-250mm. Begitu.

Nah, faktor crop ini tidak berlaku pada kamera Full Frame. Bila panjang focal yang tertera 24-70, ya artinya sudut pandang yang diberikan akan seperti itu juga.

Karakter lensa

Angka-angka di atas membawa kita pada kesimpulan sebenarnya: bisakah kita membuat potrait/ close up dengan lensa lebar? Bisa, tapi hati-hati dengan distorsi. Wajah orang yang kita foto akan terlihat lebih besar dan lebar dari aslinya. Belum lagi ada distorsi gentong. Hmm, lengkungan makudnya, bisa jadi wajah orang yang kita foto menjadi cembung.

Sebaliknya, bisakah lensa tele kita gunakan untuk foto panorama. Bisa saja, tapi pasti lebih sempit (ingin tetap lebar, gabungkan beberapa foto dengan software). Hal lain dari lensa tele ada kompresinya. Gambar latar ikut mendekat.

Karena itu lensa dengan sudut pandang 35-50mm ada untuk menjadi penengah. Karakternya yang seperti mata memandang menjadi daya tarik tersendiri.

sudut pandang 100mm

***

Jadi …

Bila sudah menemukan sudut pandang yang sesuai dengan objek yang akan kita foto, apakah otomatis foto yang kita ambil akan menjadi bagus dan menarik?

Sayangnya tidak. Masih ada faktor lain yang mempengaruhi: teknik pengambilan (komposisi, pencahayaan, pose) dan momen serta emosi.

Kalau begitu, mendingan nggak usah moto deehh!

Wkwkwk … sekian dulu kang, selamat berlibur. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.