Menggunakan Magic Com Yong Ma Klasik

Magic Com Yong Ma Klasik (6)

Bisa dibilang review?

“INI kan nasi kemaren malem, a”, ia menjelaskan saat campuran nasi dan soto ayam masuk ke mulut saya. “Hmm?”, saya tidak terlalu menghiraukan. Karena nasi yang sudah basah bercampur kuah soto itu tetap nikmat terasa. Ia kemudian bercerita tentang tetangga yang juga memakai penanak (dan penghangat) nasi dengan merk yang sama. “Empat hari nggak dimati-matiin, a. Nasinya tetap enak.”

“Hah?”, kali ini daging ayam sedikit membuat saya tersedak.

Penanak sekaligus penghangat nasi itu saya beli satu bulan yang lalu. Istri yang memilih. Maunya warna ungu, cuma karena hanya ada pilihan warna hitam/ silver, dan merah/silver, jadilah tidak kesampaian. Buat saya warna tidak penting, yang penting bisa benar-benar dipakai. Itulah yang saya tanyakan ke penjaja di salah satu toko di Pasar Depok Lama.

“Saya cari Magic Com yang tidak membuat nasi keras, atau kuning.” Itu kriteria utamanya, soal fitur lain seperti bisa memasak bubur, memasak nasi putih dan merah, dan macam-macam lainnya jangan diliat dulu. Apalagi warna.

“Wah sekarang susah, merk tidak menjamin”, jawab penjaja tadi singkat. “Tapi, saya bisa kasih beda di sini”. Ia kemudian menunjukkan merk Cosmos, dan Philip. Cosmos anti lengketnya tipis, Philip tebal, coba pegang saja mas.”

Benar saja, bedanya terasa sekali. Sebentar, Philip? Iya, Philip yang terkenal dengan lampu-nya itu. Seperti tau akan keragu-raguan saya, penjaja itu menerangkan. “Philip dan Yong Ma sekarang sama, mas, satu perusahaan.”

Entah betul atau tidak. Tapi istri tidak tertarik dengan keduanya. Ia ingin melihat Yong Ma. Harga berbeda 20 ribu dari Philip, ada bonus Multi Pot, modelnya juga lebih menarik. Jadilah ia mengambilnya.

***

Magic Com Yong Ma Klasik (1)

Setelah dibeli, juga tidak langsung dipakai. Sepertinya istri masih bernostalgia dengan Magic Com Cosmos yang telah menemaninya di dapur selama 3 tahun lebih. Meski fisiknya sudah hancur. Tombol pembuka sudah dol, “lubang ajaib” sudah tidak karu-karuan, teflon sudah tidak lagi anti lengket. Tetap saja di pakai, meski hasil menghangatkannya tidak seperti dulu. Masak sore, bila dinyalakan terus sampai pagi, dapat dipastikan nasi akan kering. Juga menguning.

Sangat tidak menyenangkan. Apalagi buat makan sahur nanti.

Akhirnya, ia menggunakannya juga. Kira-kira sudah dua minggu. Hasilnya? Ia senang bukan main. Apalagi bonus multi pot nya yang dapat digunakan untuk mencuci beras, dan sayuran lainnya. Multi pot itu disarankan dipakai saat menghangatkan nasi. Agar tidak kering kata kardus pembungkusnya.

Magic Com Yong Ma Klasik (3)

Memang benar adanya. Nasi tidak lengket, dan tidak kering. Apalagi menguning. Meski dihangatkan lama. Saya kemudian melakukan percobaan. Membiarkan nasi dihangatkan tanpa multi pot. Hasilnya? Sama, tidak menunjukkan gejala menguning dan kering. Lalu saya mencoba mode lainnya.

Mode? Iya, serius, ada tanda P dan N di lubang atas tempat keluarnya uap panas. Sepertinya P untuk Pulen dan N untuk Normal. Saya sudah mencoba keduanya, hasilnya? Tidak dapat saya bedakan. Keduanya tetap menjaga nasi tetap enak.

Mengapa bisa begitu ya? Entah. Penjaja di toko itu saja tidak bisa menjawab, apalagi saya! Tapi, yang saya perhatikan dari konstruksi tabungnya juga berbeda. Bagian dalam penutup Yong Ma Klasik ini tidak rapat seperti pada Cosmos dan Philip. Ada jarak.

Itu saja?

Setelah saya masuk ke situs resminya  di sini maka ada Fuse, yang mencegah suhu di dalam terlalu panas. Nah … mungkin ini yang membuatnya berbeda.

Berapa harganya? 500 ribu. Dua kali lebih mahal dari Cosmos. Bila belinya di super market, harganya bisa menjadi 800 ribu. Memang harganya lebih mahal, tapi untuk Dunia Magic Com benarkah berlaku prinsip ada harga ada rupa?

Yong Ma Magic Com Klasik 1 spesifikasi:

  • Tegangan : 220 V / 50 Hz; Konsumsi Daya : 400 W; Kapasitas Maksimum : 2.0 L / 11 orang; Inner pot : MC2670(Blacktinum).
  • Desain body luar yang mewah.
  • Magnet Switch : Alat pengaman yang memastikan agar posisi Inner Pot pada posisi yang tepat dan yang secara otomatis merubah ke fungsi menghangatkan setelah proses memasak selesai.
  • Fuse ( pengaman ) pencegah suhu terlalu panas : Dilengkapi dengan fuse pengaman untuk melindungi unit dan pemakai dari suhu yang terlalu tinggi.
  • Alat pengaman ganda untuk keamanan anda.
  • Proses memasak dan memanaskan yang nyaman.
  • Sistem Pemanas : Heating plate Tipe.
  • Blacktinum : Dengan Non stick yang tebal menjadikan lapisan tidak mudah mengelupas. Gold Iron : high koduktivitas termal dengan elemen tembaga, nasi menjadi lebih enak. (tipe lainnya, yang saya gunakan yang blacktinum).
  • Multi Pot + Cover : Tidak ada lubang pada bagian bawah dari pemanas untuk memasak sup, kaldu, atau masakan berkuah lain. Cara memasak yang dinamis dengan uap panas yang langsung memanaskan dari segala arah yang akan membantu anda memasak masakan.
  • masakan menjadi lebih lezat.
  • Pegangan tipe batangan.
  • Wadah tetesan air menahan uap air nasi.
  • Sendok Nasi anti lengket.
  • Cangkir Penakar.
  • Pegangan Sendok Nasi pada bagian luar.

***

Sekian artikel di luar kebiasaan ini. Itung-itung mempersiapkan Ramadhan kang. Mudah-mudahan awet itu barang. Ada yang punya pengalaman lain tentang magic com? Atau cara menghangatkan nasi agar tetap enak?

Silakan berbagi kang, gratis … 🙂

salam,

diki septerian

 

sumber spesifikasi

2 thoughts on “Menggunakan Magic Com Yong Ma Klasik

  1. Untung mas diki gak jadi beli philips.

    Saya beli magic com philips yg gold, belun setahun pake sudah gak berfungsi.
    Teman2 di group bilang sama. Kayak produk gagalm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.