Oneplus X : Si Hitam Manis yang Tidak Hanya Enak Di Pandang Mata

oneplus x lambang

SAYA meminang Oneplus X, akhirnya. Smartphone yang resmi diliris secara global pada Oktober 2015 lalu ini, resmi mendarat di Indonesia 2 minggu yang lalu. Peluncuran disaat nilai tukar dollar sedang turun, membuat Oneplus X dapat dipinang dengan harga 3,3 juta saja. Bahkan hanya 2,85 juta buat mereka yang mendapatkan voucher juga menggunakan kartu kredit dalam metode pembayarannya. Harga saat ini? 3,4 juta resmi di blibli.com.

Spesifikasi Utama

Layar 5″ Amoled Full HD 1080×1920 piksel | Kamera 13MP & 8MP | Chipset Qualcomm Snapdragon 801 | RAM 3GB | ROM 16GB | Baterai 2525 mAh | Dual SIM Micro SD* | Jaringan 2G/3G/4G* |

oneplus x indonesia

 

BANYAK yang memuji penampilan Oneplus X ini. Saya tidak berbeda. Layar hitam pekatnya, halus paparan belakangnya, ramping bodinya. Membuat banyak mata terbuai dibuatnya. Hitam tapi manis. Begitu kira-kira saya menggambarkan Smartphone ketiga keluaran perusahaan asli Tiongkok ini.

Bukan tanpa cacat. Tiga tombol utama pada layar tidak mampu bersinar. Meski hal ini tidak lagi mengganggu setelah terbiasa menggunakannya. Tetap sulit? Hidupkan saja tombol navigasi itu pada layar. Beres.

Kelemahan yang sekaligus menjadi daya tarik lainnya adalah tepian-nya yang tipis. Seringkali telapak tangan saya tidak sengaja menekan layar saat menggenggamnya. Kadang mengganggu, tapi seringnya sih tidak.

Bagian belakangnya mengkilap. Ingin berkaca? Bisa. Memang bagian belakang ini terbuat dari kaca. Membuat Oneplus X terlihat semakin elegan. Juga licin. Efeknya? Pernah saya menaruh handphone ini di atas dompet di atas meja. Beberapa saat kemudian terdengar suara, Braaakkk! Si Hitam Manis meluncur deras mencium keramik. Untung sisi-sisinya dilindungi oleh metal. Jadi aman. Benarkah begitu?

oneplus x frame metal lunak

Bagian ujung yang mencium keramik. Terlalu bersemangat, hingga tampak bekasnya !

 

 Isi dalam Kotak

Ingin membedakan mana Oneplus X yang resmi dan yang tidak? Lihat saja pengisi dayanya. Bila kedua ujungnya pipih, maka dapat dipastikan itu diimport langsung tanpa melewati Ditjen Postel terlebih dahulu. Bila ujungnya membulat, maka itu resmi dari Oneplus X Indonesia.

oneplus x hasil foto di dalam ruangan-indoor (7)

Pengisi daya itu sendiri unik. Warnanya merah putih, dengan kabel pipih yang dapat difungsikan sebagai kabel data. Ada pengikatnya, sehingga tidak lagi khawatir kusut. Keluarannya 5V 2A. Sudah bisa mengisi cepat? Sayangnya belum. Butuh waktu 1,5 jam untuk mengisi Oneplus X dari keadaan baterai merah (sekitar 10%) ke kondisi penuh (100%). Bila dibiarkan selama 30 menit? Dapat mengisi hingga 50-60 %.

Mencari headphones? Tidak akan ada. Di dalam kotak putih oneplus X hanya akan ditemukan ejector kartu. Juga buku-buku panduan. Ejector diperlukan karena Oneplus X ini tidak bisa dibongkar pasang. Kita membutuhkannya saat akan memasukkan/mengeluarkan kartu sim ataupun micro sd. Bila ejektor hilang? jangan takut, gunakan saja klip penjepit kertas.

Belum Siap 4G

Ini yang sempat membuat beberapa orang berang. Mereka menyayangkan smartphone yang sejatinya mampu masuk jaringan 4G mengapa dikebiri hanya sampai 3G. Alasan resmi? Karena TKDN. Bila harus menuruti Tingkat Kandungan Dalam Negeri, maka Oneplus ini bisa-bisa baru tahun depan dipasarkan di Indonesia.

Untungnya hal ini mudah diakali. Cukup mengunduh dan mengikuti tata cara update manual dari halaman support oneplus di sini. Maka dengan sendirinya oneplus X dapat masuk ke jaringan 4G LTE.

Ada kekhawatiran saat membarui sistem Oneplus X yang saya gunakan. Karena saya tidak langsung mengunduh dan membarui sistem, saya pasang ketika 10 hari pemakaian. Dimana data-data sudah tersimpan rapi. Sengaja juga begitu, agar saya tahu dimana beda versi awal dengan pembaruan. Ternyata? Tidak perlu khawatir buat yang belum pernah melakukan upadate manual ini. Catatan saya 1: Pastikan unduhan lengkap, tidak korup!

Bila akang-akang sekalian mengikuti tautan di atas lalu menemui versi sistem tidak sama dengan yang saya tampilkan, jangan ragu, itu tandanya sudah ada pembaruan lagi dari Oneplus.

Daya Tahan Baterai

Beberapa ulasan yang saya baca menyatakan bahwa baterai Oneplus ini tidak istimewa. Bahkan cenderung boros. Kapasitas “hanya” 2525 mAh, dengan layar Full HD, prosesor kencang, pasti membuat Oneplus ngos-ngosan. Masa iya?

Saya menguji dengan 3 kondisi. 1. Jaringan Wi-Fi dan sesekali 3G. 2. Jaringan 3G ON terus. Dan terakhir jaringan data utama 4G dengan sesekali Wi-Fi. Hasilnya seperti yang dapat dilihat pada gambar.

Penggunaan saya dapat dibilang minim hiburan. Hanya musik dan radio yang kadang menyala selama beberapa jam untuk menemani perjalanan. Saya tidak main game, tidak juga sosial media. Browsing juga kadang-kadang.

Oneplus X benar-benar saya gunakan sebagai rekan kerja. Berbalas email, menelpon, whatsApp, foto-foto, memantau trafik blog, dan lain-lain. Dengan penggunaan seperti itu Oneplus X melampaui harapan saya.

Dugaan saya benar, bahwa penyebab boros baterai yang utama adalah jaringan 4G LTE. Karena itu, saran saya, gunakan saja 3G. 4G LTE lihat kondisi dulu !

Kamera

Tidak ada fitur kamera yang spesial pada versi 2.1.4. Hanya time lapse, slow motion, panorama, hdr, face beauty. Versi 2.2.0-x menghadirkan versi manual. Meski tidak secanggih pada Lumia ataupun Vivo Y21.

Ada yang kurang dari fitur Manual. Yaitu absennya kompensasi eksposure. Menggunakan mode ini juga sulit. Bila kita merubah salah satu aspek, misal shutter speed, maka aspek lain tidak tampak berubah meski sudah kita atur auto. Manual bener yeuh!

Meski begitu, menggunakan Oneplus X untuk mengambil gambar dengan mode auto tetap terasa menyenangkan. Hal ini karena prosesnya yang sangat cepat.

Bagaimana dengan hasilnya? Silahkan nilai sendiri kang.

Kamera Depan

Rentang dinamis kamera depan yang beresolusi 8MP terlihat sangat minim. Bila fokus pada wajah, maka gambar latar hilang detil sama sekali. Bila fokus pada latar, maka wajah yang hilang detil sama sekali!

Kamera Belakang di Dalam Ruangan (Indoor)

 Kamera Belakang (Outdoor)

Kamera belakang dengan resolusi 13MP dan f/2.2 itu saya gunakan layaknya teman. Ia selalu bisa diandalkan, karena memulai, saat memotret, juga ketika menyimpan tidak terasa apa-apa. Maksudnya: sangat cepat! Hasilnya cukuplah. Hanya saja memang rentang dinamis kamera belakang ini tidak berbeda dengan kamera depannya, sama-sama sangat terbatas.

Bagaimana dengan Bokeh?

IMG_20160331_144119

Lumayan-lah ya …

 

Bila digunakan sebagai sehari-hari

Oneplus X sudah membersamai saya dua minggu lamanya. Performanya cepat, gegas, membuka dan berpindah satu aplikasi ke aplikasi lain bukan masalah. Ukurannya yang kompak membuatnya nyaman digenggam dan dikantongi. Layarnya enak dipandang, tingkat kecerahannya juga baik. Menelpon atau menerima telpon juga menyenangkan. Suara jernih, sinyal juga kuat.

Oxygen OS yang berdasar Android 5.1.1 memberikan pengalaman datar. Maksudnya tidak banyak perubahan yang dilakukan, juga tidak ada aplikasi lain yang dibenamkan. Bergantung penuh pada Google. Baik atau buruk? Kembali pada selera. Saya tetap lebih menyukai Funtouch OS milik Vivo. Utamanya karena berbagai fitur yang ada, sehingga kita tidak perlu mencari-cari lagi di play store. Contohnya adalah display kecepatan data pada layar. Hal ini tidak saya temukan pada Oneplus X.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah Oneplus X ini PANAS DINGIN. Kadang si Hitam Manis ini terasa dingin sekali, tapi kadang juga terasa hangat hingga panas. Hal yang belum pernah saya alami dengan Vivo Y21.

Kemudian fitur Ambient Light Display, atau fitur Glance Screen pada Lumia yang menyenangkan tapi menjengkelkan. Fitur ini membuat Oneplus X menyalakan informasi terbatas saat layar kita keluarkan dari kantong atau kita sapu tangan pada layar tanpa menyentuhnya. Unik kan, tapi beberapa kali hal ini menyebabkan Oneplus X menyala sendiri dan membuka aplikasi atau bahkan menyalakan flash light saat berada di kantong! Mungkin kondisi cahaya di dalam kantong berubah ubah ya, jadi begitu. Sensitif sekali si Hitam Manis ini kang!

Oneplus X bisa menjadi teman baik selama perjalanan. Karena ada FM Radio. Sayangnya kualitas audionya terasa kurang. Bila kita menaik atau menurunkan volume, maka rentangnya terasa jauh. Dari keras, turun satu, menjadi sayup-sayup. Tidak halus seperti pada Vivo Y21. Begitu juga saat menerima sinyal radio, “kresek-kresek”-nya jelas sekali terdengar, tidak seperti pada Hisense Pureshot.

Alternatif lain

Serupa tapi tak sama. Uniknya begitu. Bila tidak ingin merogoh kocek dalam-dalam, Hisense Pureshot dapat menjadi alternatif pilihan. Tidak semua aspek kalah. Hisense Pureshot unggul pada Led flash: Kamera depan ada 1, kamera belakang 2. Audio dilengkapi dengan Dolby. Tombol navigasi dapat bersinar. Baterai bisa dilepas. Dan jaringan 4G LTE dapat dinikmati tanpa update apapun.

Bukan Tanpa Tapi

Oneplus X adalah smartphone yang tidak bebas dari tapi. Dual sim sih, tapi harus rela tidak menggunakan micro sd. Desain elegan sih, tapi licin. Ambient light Display nya oke sih, tapi sering membuat ia aktif sendiri. Ada mode manual pada kamera sih, tapi tidak bisa semi auto. 4G LTE sih, tapi harus update manual dulu.

Tapi hitamnya itu loh. Manis Bray! Tapi, ada tombol slider khusus untuk mode diam (dan prioritas). Tapi, AMOLED nya itu loh, Jernih kang! Empuk Lagi!

***

Oneplus memang tergolong perusahaan rintisan. Produknya juga baru 3 yang beredar. Tapi, bukan berarti tertatih segala-galanya. Forumnya aktif, baik yang global maupun lokal. Pembaruan sistemnya juga terus dijaga. Buktinya Oneplus One, produk lawasnya sudah mendapatkan update hingga Android 6.0. Begitu juga si Hitam Manis ini, ketika tulisan ini dibuat pembaruan versi 2.2.1 sudah tersedia.

Bila segala tapi tadi tidak mengganggu buat akang-akang sekalian. Bahkan bisa mencari solusinya, maka Oneplus X sangat layak dipinang. Ia tidak hanya enak dipandang, ia juga gesit dan dapat diandalkan.

 

salam,

diki septerian

 

 

 

 

 

9 thoughts on “Oneplus X : Si Hitam Manis yang Tidak Hanya Enak Di Pandang Mata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.