Pengalaman Pertama Donor Darah

Rasanya …

BILA ada hal yang semasa kuliah dulu ingin saya lakukan, tapi belum juga terlaksana hingga saat ini. Jawabnya adalah Donor Darah. Darah muda saya bergolak minta dibagi. Sayang, tubuh tidak cukup berat. Dulu berat saya tidak sampai 45 kg, dan itu cukup untuk membuat petugas donor darah menolak kebaikan hati saya.

syarat donor darah

Saya masih ragu ketika diajak teman untuk donor darah. Berat badan pasti cukup. Dalam kurun waktu 10 tahun berat saya “hanya” bertambah 17 Kg.

Alasannya ini: Terbayang besar lubang jarumnya menembus kulit sawo matang saya.

Aiih …

***

“Malam tidak bergadang kan?”, tanya petugas donor darah kepada saya. Sebelum saya menjawab, buru-buru ia menambahkan, “kira-kira ada 5 jam tidur kan?”. Sambil agak meringis menahan perih saya menjawab, “ya”. Darah mengucur dari jari manis saya. Kemudian petugas donor tadi mengambilnya untuk dijadikan contoh. “Sudah tahu golongan darahnya, Pak”? Tanyanya sembari menjepitkan tetes darah ke wadah contoh. “B-kan ya?” Saya menjawab ragu-ragu.

“Normal”, seorang ibu paruh baya berkata setelah memeriksa tekanan darah saya. Belakangan saya tahu dia adalah dokter. Saya kembali menunggu. Ruangan itu penuh. 5 orang sedang berbaring, darahnya memenuhi wadah-wadah yang ada. Banyak orang duduk, mengisi formulir, juga menunggu panggilan. Beberapa sudah makan bubur kacang ijo dan sebutir rebusan telur.

syarat donor darah (3)

***

“Di sini lebih baik”. Petugas donor berkata sambil berpindah dari lengan sebelah kanan ke sebelah kiri saya yang tengah berbaring. Ia kemudian mengelap kulit saya dengan cairan dingin. Saya mulai gugup. Tidak berani menoleh. Karena saya bisa menebak apa yang akan ia lakukan berikutnya. “Jleb”, jarum seukuran lidi benar-benar menembus kulit saya. Sakit.

Petugas donor yang menusukkan jarum itu menjelaskan, kalau disebelah kanan tadi, bisa-bisa sakitnya akan lama. Karena tidak terlalu kuat. Tidak jelas sebenarnya apa yang ia katakan. Lelaki yang sama sekali belum terlihat tua itu berbicara perlahan. Saya memberanikan diri menoleh. Melihat jarum yang besarnya lebih dari jarum suntik biasa itu.

syarat donor darah (1)

***

Badan saya terasa segar. Itu terasa malam harinya ketika saya terbangun hampir tengah malam. Ternyata pakaian kantor masih menempel di badan. Tidak kuasa saya menahan kantuk ketika sampai di rumah. 350 ml darah yang diambil dari tubuh saya mulai mempengaruhi.

***

Setelah berhasil memenuhi wadah penampungan darah, bubur kacang ijo dan rebusan telur menanti untuk saya santap. Juga oleh-oleh yang telah disediakan. Benar kata teman, donor darah itu menyehatkan juga menyenangkan.

"berkat" donor darah.
“berkat” donor darah.

 

salam,

diki septerian

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.