Riding Experience : Suzuki Shooter Setelah 20.000 KM Lebih

DUA tahun sudah. Bahkan lebih. Sejak launching Suzuki Shooter Mei 2013 lalu. Sebagai pioneer motor bebek injeksi murah, Suzuki Shooter boleh dibilang pemalu. Masih jarang terlihat berseliweran di jalanan—paling tidak begitu yang saya amati di jalur Depok-Pasar Minggu-Manggarai-Salemba-Kramat-Gn. Sahari-Kemayoran. Bandingkan saja dengan Honda Revo FI yang muncul belakangan.

Itu lah kesan pertama saya sebagai penunggang Suzuki Shooter: LANGKA. Bersamanya telah saya tempuh jarak lebih dari 20.000km. Depok-Kemayoran-Tangerang, bahkan sampai ke Sukabumi. Motor itu dengan sangat sadar saya pilih sendiri. Tepatkah pilihan saya? Adakah komplain berarti? Silahkan dilanjut bacanya kang …

suzuki shooter_headlamp_hujan

Apa yang saya suka dari Shooter:

  • Performa yang bagus di kelasnya
  • Irit bisa sampe 64 km/L
  • Bagasi lega
  • Sinar lampu depan lebar
  • Jok Lebar
  • Suara knalpot yang nge-bass
  • Ergonomi yang santai
  • Relatif Langka (jadi gimana gitu makenya, he)

Apa yang saya tidak suka:

  • Sparepart yang jarang tersedia dibengkel-bengkel pinggir jalan.

Desain dan Ergonomi

suzuki shooter_ergonomi

Pengalaman berkendara ini sangat dipengaruhi oleh motor keseharian saya sebelumnya: Honda Supra Fit X dan Honda Revo Karbu Gen 2. Ketiga-nya memiliki ergonomi yang berbeda. Supra Fit X membuat saya bertinggi 165 cm bungkuk sedikit. Revo Karbu pas—badan tegak, tangan santai, kaki menyentuh sempurna. Shooter? Lebih tinggi sedikit dari Revo Karbu, kaki saya tidak bisa menapak sempurna. Badan tegap, tangan tetap landai. Tetap pas dan nyaman menurut saya.

Desain kembali ke selera. Tapi, banyak juga yang tidak jadi beli motor gegara desainya. Dan ternyata saya termasuk yang begitu. Honda Revo FI dan Yamaha Force tidak menarik mata saya. Yang satu lancip-lancip biasa, yang satu lagi ramping sangat. Punya pendapat berbeda? Pastinya … maka setelah dari mata turun ke … mesin!

 

Performa

Di atas kertas, Suzuki Shooter unggul dari Honda Revo FI baik power maupun torsi. Shooter hanya kalah torsi dari yamaha force. Power tetap milik Suzuki Shooter. Perbandinganya bisa lihat di sini. Itu di atas kertas, klaim masing-masing pabrikan. Bagaimana dengan yang sebenarnya?

 

Tidak tahu kang. Hehe, belum saya icip-icip dua motor lainnya. Saya hanya bisa membandingkan dengan motor-motor saya sebelumnya. Ini yang saya rasakan: Suzuki shooter tarikannya lembut, bisa stabil di speed 80 km. Lain banget dengan Supra Fit X, yang galak di gigi 1-3, tapi di kecepatan 50 km/jam sudah bergetar. Meski saya pernah menggebernya hingga lebih dari 90km/jam, tetap saja bukan pengalaman yang menyenangkan. Begitu juga denga Revo Karbu. Galak di bawah, di atas bergetar. Saya tidak tahu, apakah memang karakter mesin karbu seperti itu. Atau memang settingan mesinya yang seperti itu.

Untuk pergantian gigi biasanya saya begini .. Gigi satu tidak terlalu panjang, segera ganti ke gigi 2. Di gigi 2 biasanya saya sampai kecepatan 40 km/jam. Gigi 3 sampai 60 km/jam. Baru oper gigi 4. Di gigi 4 ini top speed yang pernah saya dapatkan adalah 90 km/jam. Segitu saja? Tidak juga, sebenarnya masih bisa nge-gas lagi. Tapi ngapain? Motor bebek yang saya cari, yang bisa lari di 80 km/jam dengan tenang. Suzuki shooter memenuhi itu. Cukuplah buat sehari-hari.

Service & Spare Part

Banyak yang mundur dari suzuki gegara masalah ini. Spare part susah, mahal lagi. Servicenya juga jarang. Benarkah begitu? Salah satu alasan saya memilih shooter justru masalah service. Saya rada bosen service di AHASS yang padat setiap hari liburnya. Masa, hari libur kudu berangkat pagi juga. Saya yakin, service di bengkel resmi suzuki tidak akan selama itu. Dan terbukti, saya masuk jam 09.00 selesai setengah jam berikutnya! Wow benar-benar pengalaman yang berbeda dari sebelumnya.

suzuki shooter_gearset

Spare part? Untungnya didekat rumah saya ada bengkel resmi suzuki yang besar. Jadi saya tidak ragu mengambil Shooter. Lagi-lagi benar, spare partnya lengkap. Tapi, memang tidak merata, ada juga service suzuki yang lebih dekat rumah, tapi tidak lengkap. Bisa baca di sini. Mahal? Sepertinya iya, untuk kanvas rem honda revo dihargai 45 rb, untuk shooter 60.000. Beda sedikit. Karena motor langka, begkel-bengkel pinggir jalan jarang yang sedia spare partnya. Contohnya ya itu, saya ganti kanvas rem depan malah dipasangkan punya revo. Alhasil, ngik ngik lah dia.

serupa tapi beda no. seri
serupa tapi beda no. seri

Apa saja yang sudah diganti?

  • Oli, rutin tiap 2000-2500 km.
  • Filter oli, rutin setiap 3 kali ganti oli.
  • Lampu rem belakang, 3 kali. Lampu pertama mati di bulan ke 8. Setelah itu saya beli lampu murah meriah (cuma Rp. 3.000), tidak sampai 2 bulan putus. Ganti dengan yang Rp. 5.000, begitu juga tidak tahan lama. Akhirnya saya beli yang seharga Rp. 20.000, awet hingga sekarang.
  • Kanvas rem depan, 2 kali. Di ganti setelah 1 tahun lebih, kilometer belasan ribu (lupa euy).Karena bengkel pinggir jalan asal pasang punya revo. Dua minggu kemudian saya ganti dengan yang bawaan.
  • Ban belakang, Baru ganti bulan juli ini. Bawaan dunlop T-900 saya ganti dengan Dunlop juga, tapi yang tubeless, tipe T-902. (tentang pergantian ban artikel menyusul yak).

suzuki shooter_backlamp

Bila berboncengan

Ada dua penumpang setia shooter saya: Istri dan anak tersayang. Jika jalan bertiga, tarikan tetap yahud meski di tanjakan. Yang berubah tuh ini: shockbreaker yang kadang mentok. Shockbreaker suzuki shooter terbilang lembut, meski nggak seempuk Supra FIT X. Karakternya mirip shock Revo Karbu.

Bila malam datang

suzuki shooter_headlamp

Shooter memiliki kepala yang besar. Efeknya ke lampu ya begini : Lebar. Refelktor di kepala bisa di adjust, yang di foto ini pertengahan, tidak terlalu dekat, tidak juga terlalu jauh.

Bila hujan datang

Bagasi shooter lumayan besar. Muat untuk jas hujan 2 pieces. Masih bisa tambah tempat kanebo, kunci-kunci, tali, dll deh. Tapi, helm full face memang nggak muat. (emangnya address, he).

Konsumsi BBM

Dulu pernah saya coba tes konsumsi BBM shooter, di sini. Saya juga melakukan lagi. Metode masih sama, Full to full. Hasilnya? Terbaik di angka 64 km/L. Tidak melulu begitu sih. Kadang 55 km/L, kadang 58 km/l. Bervariasi, tergantung kondisi jalan. BBM yang saya pakai Shell Super. Jarang banget Premium. Sok banget yak .. hehe, bukan begitu kang. Shell kebetulan ada di setiap jalur pulang pergi saya. Harga beda sedikit tapi hasil beda banget, dan ini juga yang penting: tidak perlu ngantri panjang.

sebelum
sebelum
sesudah
sesudah (bonus kurma dari shell, good)

Keluhan

1). Motor kadang mati sendiri. Tapi, sudah terselesaikan dengan busi baru. Bila saya perhatikan, mesin FI ini memang benar-benar mencoba menyesuaikan kondisi. Dia mati, karena dia pikir kita akan benar-benar berhenti. Seringnya waktu itu ketika ngerem mendadak. Beda dengan karbu. 2). Komstir sudah mulai bunyi. Jika mengerem ada bunyi. Tek, tek. Saya kurang paham sih, sebenarnya juga apa itu yang bunyi. Soalnya ban depan pernah diserempet motor yang kenceng. Pernah juga diserempet bajaj. Dan beberapa kali masuk lobang yang dalam. Sampai berbunyi bletak-bletak. Tapi, bodi masih rapet. Velg juga aman.

Setelah 20.000 km …

Sejauh ini saya puas menunggangi Suzuki Shooter. Gesit, Irit, Bandel. Eh .. itu mah tagline-nya smash ya ^^. Oh iya mesin Suzuki Shooter ternyata di pakai untuk adek ayago-nya, Suzuki Satria Young Star. Jadi Berasa gimana gitu :D. Karena itu, menurut saya Suzuki tidak akan buru-buru memutus nyawa si shooter ini. Pengembagan nya masih akan terus berlanjut.

Sekian dulu ceritanya kang. Semoga bermanfaat. Syukur-syukur ada tambahan opini :).

salam,

diki septerian

0 thoughts on “Riding Experience : Suzuki Shooter Setelah 20.000 KM Lebih

  1. Bagus kang reviewnya.saya pecinta Suzuki.Dari jaman Suzuki crystal sy pake.lalu smash.abis smash shogun sp.sekali pindah haluan ke Yamaha Jupiter 2010. Tp mesinnya ngebul.hehehe.balik lagi ke suzuki. Sy beli Shooter tahun 2012. Skrg KM sudah 50.000.mesin masih kenceng.service rutin Dan ganti oli tiap 2000km. Bensin pertamax. Rante belum ganti tp udh sampe mentok. Sy puas kang pake shooter.mesin bandel ga rewel. Suzuki emang jagonya urusan mesin.walopun desainnya ga disuka bnyk org.hehehe

    1. Wah.. Sip. Mantap, saya malah makenya waktu shogun kebo, tornado (pinjem sih), sama satria hiu 120 yang boros banget ituh.. Hehe (kalo yang ini punya ayah). Rante kayaknya emang awet ya? Yang sekarang aja masih belom mentok2 dan belom lancip2 .. Hehe, nuhun dah mampir kang 🙂

  2. Sipp mantap.Suzuki emang spare part nya awet. Standard kualitas disamain ama Suzuki Jepang.bahannya ga dikurang2i ky merk H Dan Y.hehehe

  3. mantap gan reviewnya.

    dulu juga ane pake suzuki gan shogun 125 tahun 2005, pake 10 tahun mesin masih mantap. untuk tanjakan memang motor shogun saya kurang laju, tpi untuk tanjakan yg cukup terjal masih pede rpm tingginya.

    skrng ganti dengan mesin 100cc alasannya biar saya gak ngebut lagi, tpi sensasi berkendaranya jauh dengan shogun. pake shogun memang serasa tidak bertenaga bila dibawa pelan, tapi begitu digas mendadak mesin langsung bertenaga ciri khas mesin suzuki 😀

  4. nemu juga pengguna shooter, ane pengguna sejak 2013 mas. sampe hari ini puas sama ni motor, sedikit info, untuk kampas rem depan bisa substitusi sama punya honda blade (harga kampas rem shooter kurang bersahabat)

    cerita ane setelah 20.000km:

    1.ban depan 1 x ganti,
    2.ban blkang 2 x ganti karena ane jarang kontrol tekanan ban.
    3.kampas rem depan 3x
    4. kampas rem belakang 1 x
    5. cuci injector 1x
    6.servis besar 1x
    7.ganti rantai dan gir 1x

    setelah cuci injector dan servis besar, kerasa banget ada peningkatan tenaga shooter ane..

    1. Hahaha… berasa barang langka ya kita-kita ini..

      Saya juga udahan servis besar kang. Waktu km-nya 31 ribu. Segeeer bener rasanya. Sekalian cuci injektor juga.

      cuma, rantai yang belum ganti nih..

  5. barang langka mas, di bandung paling 1-2 yg seliweran di jln. kmren smpet maen” ke toko spare part suzuki langganan, di tawarin paket part shooter yang over size 0,5 tinggal plek pasang. tinggal tunggu barang ready. di bandung sendiri saya rasa belum nemu bengkel resmi yang ok buat ni shooter ijo ane.. hee..

    1. Klo aku baru tau ad 3 shooter d jalanan bandung. Sekali ketemu yg biru dekat leuwi panjang, satu lg d bec, satu lg punyaku hehehe…

  6. maksudnya besar diameter piston motor lebih besar 0,5 milimeter (kalau tidak salah) jadi berimbas ke penambahan besar cc motor. saya berani coba soalnya bawaan sgp tuch partnya. jadi di jamin presisi dan aman. tapi sayang sampai sekarang belum datang barangnya.

  7. Saya juga pengguna shooter nih, dr semarang. Puas banget, kualitas body ma cat istimewa, akselerasi mantap(bs diadu ma supra x 125), irit yg pasti diatas 55 km/L pemakaian umum dijalanan. Cuma buat saya yg agak aneh, bohlam lampu dpan ma belakang kok sering putus ya???.

    1. Wah, salam kang. Setuju bodi nggak ada gejala getar ya. Lampu depan saya baru ganti setelah 2 tahun, itu juga lampu dekatnya aja yang putus. Kalau stoplamp sdh berkali-kali, tapi karena kualitas lampu penggantinya yang murah. Saya coba yang 3rb,5rb akhirnya langsung yang 20rb..awet sampe sekarang sudah lebih dari 6 bulan.

      Oh iya, untuk lampu depan, pas pagi/siang(yang penting kondisi terang) coba pakai lampu jauh aja kang. Biar lampu dekatnya lebih awet.

  8. Menarik review dan terutama foto2nya :-).. keren bro,
    oiya ane sebagai rider Nex dan RR pingin punya bebek yg tangguh, dan tentunya lebih nyaman drpd matic imut punya Bini ane Suzuki Nex.
    Btw, shooter ini apakah jok dan shockbreaker nyaman utk jarak jauh plus jalan yg dinamis(kadang bagus kadang ancur)
    Karena yg ane rasain klo naik matic dengan ban diameter cuma 13inch itu gimana gitu rasanya.. haha

    1. Terimakasih kang viko,
      Untuk jok, jelas lebih lebar dari nex. Cuma, busanya tipis. Buat jalan jauh berasa mentok nya. Kudu ditambah dulu.

      Buat shock breaker, nggak seempuk supra. Tapi, lebih stabil buat belak-belok. Buat jalan jauh lama-lama pegel juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.