Semprot Sekali, Kecoa Kelabang, Mati dalam 10 Detik !

Telah terjadi pertumpahan.. ehm. Akibat terlalu banyak minum !
Telah terjadi pertumpahan.. ehm. Akibat terlalu banyak minum !

HUJAN sudah mulai sering menyapa Depok. Kemarin siang hujan sebentar, hari ini deras sebentar kemudian gerimis bertahan hingga malam. Saya, istri bersyukur kegirangan. Alhamdulillah …. Ternyata ada mahluk lain yang tidak kalah bersuka cita: Kecoa dan Kelabang.

Mereka keluar dari got, closet kamar mandi … seakan berpesta menyambut derasnya hujan. Kalau sudah begitu, bagaimana seharusnya?

***

Sebagai lelaki sejati, saya harus menunjukan keperkasaan. Tidak boleh ikut teriak-teriak, apalagi sampai lari sambil memegang kepala, panik. Hehe.. lagi juga kejadiannya bukan di rumah sendiri, tapi di rumah tetangga. “Kecoa pada keluar mas, banyak banget di kamar mandi. Di situ gimana?” Begitu kata tetangga mengabarkan. “Terus udah disemprot pakai apa?” Saya balik tanya. “Udah pakai baygon.. eh hit, jawabnya”. Saya lihat di teras ternyata memang banyak kecoa yang mencoba masuk. Lalu saya ke dalam mengambil botol, kemudian menyemprotkan ke kecoa yang ada diteras. 1..2..3.. tidak sampai sepuluh detik kecoa itu mati terkapar. “Coba pakai ini mas, abisin aja, saya udah beli refill kok”.

Saya kembali bermain dengan fakih. Hujan sore itu memang deras sekali. Para gotters—serangga penghuni got, hehe. Mungkin terdesak keluar karena tinggi air juga ikut naik. “Ini botolnya mas, tapi udah abis,” tetangga saya mengembalikkan botolnya. “Nggak papa mas, saya memang sengaja mau ngabisin”, biar bisa diisi lagi.

Botol itu saya isi lagi. Dengan cairan yang berebeda. Tapi, tetap dari brand yang sama. Istri saya tidak senang dengan bau cairan sebelumnya. Terlalu strong, dan pedih dimata katanya. Aneh, padahal cairan itu wangi-nya enak, dan bisa mengusir bau. Sebelum membeli saya sempat berdebat, khawatir khasiatnya beda. Tapi, ya tidak ada salahnya mencoba juga, apalagi di bungkusnya ada tulisan “Pengusir Serangga”. Di bungkus cairan sebelumnya tidak ada, hanya keterangan membunuh kuman.

Padahal nggak penting juga berdebat, harganya cuma sepuluh ribuan. Beli aja dua, beres kan?

Selesai saya isi, saya menunggu. Menanti-nanti kecoa dan kelabang untuk keluar. Saya amati dengan seksama setiap sudut kamar mandi. Saya sebor-sebor dindingnya. Belum ada yang keluar. Kemudian saya angkat wadah shampo, odol, dan sejenisnya. Aah… ketemu, ada kelabang kecil meringkuk. Saya semprot dengan cairan baru. Dia menggeliat, bergerak cepat. Saya hitung … 1… 2… 3… 4… sampai sepuluh belum juga jatuh, masih kuat mencengkram diding bak. Saya semprot lagi. Dia berlarian, kemudian berhenti, merosot. Terbawa arus cairan yang mengalir ke bawah.

Sudah mati kah? Sepertinya begitu.

Saya kembali ke ruang depan. Main-main sama Fakih. “Mas-mas …”, tiba-tiba tetangga sebelah memanggil. “Ya …”, saya menyahut. “Ada kelabang masuk sana, nggak? Lewat bawah pintu”. Kelabang? Saya bangkit, terus ke arah pintu … “Nggak ada”, sahut saya. “Kemana ya dia, tadi sodara saya lihat masuk sana”. Saya terus mengamati bawah pintu belum ada tanda-tanda. “Oh.. ini mas, masih di sini… eh.. eh dia masuk tuh!”. Seketika keluar kelabang seukuran jari manis. Hitam, kaki banyak, menyeruak lewat pintu bawah. Saya yang sudah siap dengan cairan baru langsung menyemprotkan ke kelabang itu. Banyak-banyak, sekujur tubuhnya terlumuri. Dia menggeliat hebat, menari-nari, bergoyang, berjalan tertatih menuju pintu. “Mas-mas, dia masuk lagi tuh ke pintu”. “Oh iya.. ya..”.

Kelabang itu diam, tapi buntutnya masih bergerak-gerak. Akhirnya dia berhasil menembus pintu. Saya melihat ke tetangga. Kelabang itu sudah kaku tidak berdaya. Ternyata sedang disemprot-semprot pakai hit. Badannya berlumuran cairan. Besar juga. Untung istri tidak melihat. Fakih malah asyik ikut melihat segala prosesnya. Sambil meniru-niru gaya saya menyemprot.

“Neng, kabar baiknya cairan itu bisa membunuh juga. Kabar buruknya butuh waktu yang lebih lama dari sebelumnya.” Saya melaporkan ke istri. “Oh gitu, tapi wanginya enak, a…”, jawabnya. Tetep …

***

Hujan sudah mulai rutin menyapa. Alhamdulillah. Periksa segala celah di kamar mandi. Kecoa dan kelabang masuk dari saluran got. Bedanya, kelabang bisa bersembunyi dan beranak pinak di celah-celah sempit yang bahkan kita tidak menyangka. Periksa dan tambal segera dengan semen. Malam sebelum tidur taburi saluran got dengan kapur ajaib yang sudah digerus, pinggir-pinggir pintu juga. Itu yang rutin saya lakukan. Paginya kadang ada kecoa yang sudah terlentang, mati.

Semoga bermanfaat.

Bukan kelabang yang ada dicerita. Yang ini unik, lagi menyantap mangsa.
Bukan kelabang yang ada dicerita. Yang ini unik, lagi menyantap mangsa.

 

Ini cairan yang dapat membunuh kecoa dan kelabang dalam hitungan detik.
Ini cairan yang dapat membunuh kecoa dan kelabang dalam hitungan detik. Efek kuat, begitu juga dengan aromanya.

 

Ini cairan pengganti. Lebih soft. Tetap membunuh, tapi lebih lama. Aroma lebih bersahabat.
Ini cairan pengganti. Lebih soft. Tetap membunuh, tapi lebih lama. Aroma lebih bersahabat.

 

Salam,

diki septerian

0 thoughts on “Semprot Sekali, Kecoa Kelabang, Mati dalam 10 Detik !

  1. Jadi disemprot pake Hit atau Wipol, gan? Di kamar gue ada 1 ato 2. Yg satu sembunyi di dalem gitar. Kaget waktu mainin ada bau yg nusuk bget, tnyta ada kecoa ngumpet. Mau gue banting, sayang gitarnya gak murah T.T besok mau gue semprot gan

    1. Kang Rontel,

      Pake wipol, tapi pastiin posisi dia udah ke balik, terus tuangin. Cepet banget itu matinya. Kalo masih posisi biasa dia masih bisa jalan2, karena nggak langsung ke mulut.

      Kalo hit, jadi bau nanti gitarnya.

      1. Terima kasih, gan, tanggapannya. Jadi karena gak sabar nunggu buat beli Wipol, akhirnya ane bakar Hit elektrik persis di dekat lubang/soundhole gitar, gan. Selang satu jam, itu kecoa keluar sendiri dalam keadaan setengah mabok, gan.

  2. Mas ini kamar mandi kos saya sedang diserang segerombolan kecoa hari ink secara tiba-tiba. Padahal sebelumnya jarang, paling cuma 1-2. Selama ini semprot Baygon tapi dari blog masnya kayaknya Wipol lebih ampuh ya; jadi masnya nyemprot kecoanya pake Wipol atau apa mas? Kalau dari jawaban mas diatas, Wipol dituangin ke perut kecoa yang udah kebalik. Trus kalo nyemprotnya pake apa ya?

    Makasih mas, serius saya jijik banget sama kamar mandi yg sekarang penuh dengan kecoa-kecoa terbalik

    1. wah, turut berduka ya Bu Aliya,

      Pakai wipol ampuh banget. Asalkan kecoa tadi sudah posisi terbalik, tinggal kita tuangkan saja ke “mulut”-nya. Tunggu beberapa detik. Mati.

      Kalau tidak begitu, dia lari-lari, dan wipol terbuang sia-sia.

      Untuk cara membalikkannya? Saya sih pakai sapu. Jijik memang, jadinya nggak pakai tangan. (Kalau dikamar mandi sebor saja, masukkan ke lubang pembuangan).

      Tidak perlu semprot lagi jadinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.