Saat-saat Pergantian Kulit

sebelum diganti
sebelum diganti

EDA mulai bekerja saat langit beranjak jingga. Berangkat dari Depok, menembus padatnya lalu lintas pagi, hingga sampai di Kemayoran. Dia harus sampai sebelum anak bayi yang dijemur merasa kepanasan. Bila tidak, empu-nya akan terlambat. Karena itu, dia selalu berusaha mencari jalan-jalan alternatif. “Lenteng Agung bisa dikalahkan, Pasar Minggu bisa dikalahkan, Pancoran juga. Hanya Tanjung Barat saja yang sulit”, ujarnya semangat. Pagi satu setengah jam, sore dua setengah jam. Lima hari dalam seminggu. Itu minimal. Kalau si empu minta diantar ke teman-teman bisnisnya, tambah lagi minimal 2 jam. Satu setengah tahun seperti itu. Akhirnya dia menyerah: Punggungnya minta dipijit, kulitnya minta diganti.

***

Continue reading “Saat-saat Pergantian Kulit”