Tahun lalu, engsel sebelah kanan ASUS K401LB rusak. Setahun kemudian giliran sebelah kiri yang kena. Duh!
Umurnya belum terlalu tua. Januari 2016 saya membelinya. Lalu meningkatkan performanya setengah tahun kemudian. Setengah tahun-nya lagi engsel laptop itu rusak. Saya bawa ke service center, perkiraan biaya mencapai Rp 700.000 – 1.000.000, karena ganti part ini dan itu.
Gila. Dalam hati. Cuma yang terucap, Mahal juga ya.
Saya bawa ke Harco Mangga Dua. Diminta 200 ribu. Ditunggu. Langsung beres.
Kini, engsel sebelahnya rusak lagi. Masa’ harus ke sana lagi?
Penyebab
Orang service bilang, “ini pernah ditimpa sesuatu yang berat ya?”. Seingat saya tidak. Tertekan mungkin. Ketika berdesakan di dalam kereta. Tapi itu jarang. Penyebab sebenarnya adalah, plastik dudukan baut yang terlalu getas. Tidak sanggup menerima pergerakan buka tutup yang terlalu sering.
Makanya setelah perbaikan, bautnya dikendurkan. Agar tidak berat lagi menahan akibat dari buka tutup tol … eh.
Saya pelajari betul bagaimana Abang-abang Harco membuka laptop saya. Menunjukkan bagian yang rusak. Sayangnya saat proses memperbaikinya tidak bisa saya lihat. ASUS K401LB dibawa ke dalam. Sepertinya ada solder-menyolder, bukan sekadar lem-mengelem.
Solusi
Saya ingat-ingat proses itu. Lalu laptop saya bongkar. Buka semua baut, kemudian menggunakan bekas kartu SIM sebagai Pry Tools, untuk mengangkatnya. Dari depan, ke belakang. Mudah juga kalau sudah tahu triknya.
Karena saya malas ke Harco lagi, jadi saya lanjutkan proses perbaikan dengan alat seadanya. Obeng kembang, pry tools ala-ala, tang, dan lem seketemunya.
Setelah terbukan semua, bagian engsel saya buka. Lalu saya utak-atik. Saya putar-putar. Sambil mengira-ngira kerapatan yang pas. Ini penting, karena bila terlalu rapat, maka nanti akan patah lagi, bila terlalu renggang maka layar akan merebah, tidak bisa tegak.
Maka, setelah proses perbaikan selesai (saya cuma kasih lem saja di tempat dudukan baut yang berjumlah tiga itu), jangan dulu di tutup rapat-rapat. Coba dulu buka tutup layar, lalu atur posisi. Bila di rasa sudah pas, barulah tutup kembali.
Ternyata
Lagi asik-asiknya utak-atik, ada yang datang kemudian curhat, “Punya saya juga begitu, masalahnya di engsel, ASUS apalagi.”
Saya jadi teringat, ada salah satu pengunjung Blog ini yang mengeluhkan hal yang sama.
Ah… Saya tidak tahu harus berkomentar apa. Masa iya laptop ASUS secara umum masalahnya di sana. Di sini, semua teknisi menggunakan ASUS seri A46C yang kokoh itu. Belum ada saya temui masalah seperti ini, padahal umurnya jauh lebih tua. Punya teman saya juga seri A yang sama, masih oke saja.
Bila saya lihat-lihat. Memang ada perbedaan di materialnya. Seri A tadi dominan logam. Seri K ini plastik. Konstruksinya berbeda meski garis desain sama. Model engselnya juga berbeda.
Yaa …
Ada sisi plus ada minus. Ada lebih ada kurangnya. Spek memang lebih baik K401LB ini, tapi sisi material A46C lebih baik.
Loh, kenapa jadi perbandingan begini sih. Ampun kang, soalnya baru masuk, eh malah dapat “jackpot”.

