I’tikaf di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia 2018

kegiatan ramadhan masjid bi 2018

I’tikaf di Masjid Baitul Ihsan (BI), masih tetap favorit 2018?

Continue reading “I’tikaf di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia 2018”

Jejak jejak Amal (Plus gratis download materi-materi i’tikaf masjid BI—termasuk materi Ust. Haikal Husein)

BERAKHIR sudah. Masa-masa latihan selesai sudah. Malam-malam penuh keseriusan—i’tikaf, kini berakhir sudah. Malam terakhir tidak begitu menyenangkan sebenarnya. Setelah Menteri Agama mengumumkan tanggal 1 Syawal, malam itu juga langit bergemuruh. DAR DER DOR. Petasan mengudara, mengalahkan laju suara takbir. Barisan Sholat Isya pun kini kembali sepi … Inikah hasil latihan itu?

Continue reading “Jejak jejak Amal (Plus gratis download materi-materi i’tikaf masjid BI—termasuk materi Ust. Haikal Husein)”

Teguran Mantan Menteri

 

JALANAN mulai sepi. Menuju Bank Indonesia pun lebih nyaman. Mungkin karena lebaran hanya berjarak 2 hari lagi. Malam ke-29. Malam ganjil terakhir. Masihkah banyak yang akan beri’tikaf di masjid nanti? Melihat dari kondisi jalan yang saya lalui, nampaknya tidak.

Betul dugaan saya. Plaza masjid BI agak lengang. Orang-orang seperti biasa sudah ditemani nasi kotak. Saya melihat beberapa orang berbalik dari arah depan, membawa tentengan. Di depan sanakah letak kebahagiaan itu? Mulai deh, lebay …

Continue reading “Teguran Mantan Menteri”

Mantra Agama Samawi

itikaf bi_malam27_kultum6

KALI ini saya tidak mengantuk. Benar-benar segar. Padahal sholat tahajud malam ke-27 lebih lama dari biasanya. Jam 4 subuh baru selesai! Aneh memang. Aahh… pencitraan! Tukang molor mah, molor aje! Hus diem.

Saya ke atas, bersiap menerima kultum. Malang, tempat saya rebahan telah diduduki orang. Saya ke bagian belakang—ternyata view di sana bagus. Ternyata juga teman saya bersarang di sana. Ustadnya langsung nge-gas. Mempesona sejak awal. “Ini ya?”, teman saya menyodorkan salah satu quote ustad itu. “Eh iya ya?”, saya malah tidak tahu siapa namanya tadi. Saya juga tidak mengenal nama ini sebelumnya: Husein Haikal.

Continue reading “Mantra Agama Samawi”

Belajar Fiqh Prioritas

RAMADHAN mendekati akhirnya. Hari ke-27. Banyak yang mengincar malamnya. Tidak berbeda dengan orang-orang yang datang ke Masjid BI ini. Tumpah Ruah. Pantia juga tidak kalah serius menyiapkan segala sesuatunya. Kejutan pertama datang saat menjelang berbuka: orang-orang Qatar ikut berbuka dan berpartisipasi (dana) menyukseskan i’tikaf ini.

Alhamdulillah, hari itu saya sempat memegang nasi kotak. Walau akhirnya tidak jadi memakan isi nya. Saya lewatkan beberapa, hingga akhirnya tidak lagi ada yang tersisa. Sebelah kiri saya dapat, dua orang sebelah kanan saya juga. Tidak apa-apa, saya sudah menyiapkan hati untuk ini. Uhuk-uhuk.. lebay.

Continue reading “Belajar Fiqh Prioritas”

Sehat Lahir Bathin

SAYA tidak tahu apa pengantar yang di sampaikan ustad pada kultum yang heboh itu. Karena saat itu, saya lebih siap tidur ketimbang mendengarkanya. Kata-kata yang membuat saya akhirnya pantengin ustad itu adalah: “Rohani Barat tidak sama dengan Rohani Islam. Psikolog Barat pasti masih bisa stress”.

Ingatan saya langsung tertuju ke Ibu di rumah. Setiap hari saya berdoa agar mamah—panggilan saya ke ibu, dapat sembuh total. Tidak perlu tiap bulan ke psikiater. Tidak perlu setiap hari meminum obat. Inikah salahnya? Sisi ini kah yang tidak tersentuh? Saya lalu bergerak, mendekati balkon agar dapat menyimak ustad itu dengan lebih serius.

Continue reading “Sehat Lahir Bathin”

Gagal Tidur Gegara Kultum Shubuh

 

MALAM ke 24. Saya melanjutkan i’tikaf di Masjid BI. Pulang dari kantor, langsung ke TKP. Ternyata macet luar biasa. Jl Abdul Muis padat merayap. Padahal langit sudah gelap. Tidak lagi saya berharap akan dapat nasi kotak gratis. Buka di masjid saja sudah cukup.

Sampai di wilayah BI. Saya parkir, kemudian jalan menuju masjid. Masya Allah … Plaza Masjid BI benar-benar penuh. Jangankan nasi kotak, tempat buat duduk saja susah. Belum 5 menit, adzan berkumandang. Alhamdulillah … sempat juga saya buka. Tetap bersyukur walau tidak dapat nasi kotak, air, dan kurma. Lah … jadi buka pake apaan?

Continue reading “Gagal Tidur Gegara Kultum Shubuh”

I’tikaf Di Masjid BI … Menyenangkan kah ?

Masjid BI

Update: I’tikaf di Masjid BI 2018

“Ramadhan memasuki babak final”, begitu seorang ustadz memulai kultum siangnya. Ia lalu melanjutkan dengan dalil-dalil tentang i’tikaf. Bagaimana menjalani sepuluh hari terakhir Ramadhan. Sekaligus memotivasi agar “memenangkan” babak final ini.

I’tikaf. Otak saya langsung me-recall satu tempat dengan cepat: Masjid BI. Tempat i’tikaf favorit saya sejak SMA dulu. AC-nya, karpet empuknya, sajian berbuka-nya, gratis-nya …nyam.. nyam. Emang dah manusia, mau nya gratisan mulu! Hehe … bacaan imam-nya, kajian-kajiannya juga ingat kok. Mantap deh pokoknya.

Karena itu, tahun ini saya putuskan untuk i’tikaf lagi di sana. Masih kah seperti dulu ? (eh… nggak dulu-dulu banget sih, 2 tahun lalu juga i’tikaf di sana). Ini pengalaman i’tikaf saya selama 2 malam, di masjid BI itu.

Continue reading “I’tikaf Di Masjid BI … Menyenangkan kah ?”