Pengalaman Bongkar Laptop Compac

Karena suka mengulas laptop bekas, seorang teman mempercayakan laptop Compac Presario CQ20-nya untuk saya bongkar.

Saya belum pernah memegang laptop ukuran 12 inci itu sebelumnya. Kesan pertama saya: kompak! Bodi kecil, tapi padat berisi. Semua port tersedia, bahkan masih ada slot DVD-RW Multi. 

Segera saya meng-iya-kan. Kemudian melakukan diagnosa kecil-kecilan. Continue reading “Pengalaman Bongkar Laptop Compac”

Mencoba Laptop yang Bisa Upgrade CPU: Lenovo ThinkPad T430

Saya butuh laptop 14 inci. Harganya tidak boleh lebih dari Rp4 juta. Layarnya kalau bisa IPS Full HD. CPU-nya minimal Intel Core i5, RAM-nya minimal 8GB, dan sudah SSD tentunya.

Adakah laptop seperti itu?

Continue reading “Mencoba Laptop yang Bisa Upgrade CPU: Lenovo ThinkPad T430”

Sekarang Rp2 Jutaan, Ini Pengalaman Saya Menggunakan Lenovo ThinkPad X230 di Tahun 2020

Di luar sana banyak laptop yang lebih tipis. Lebih ramping, lebih ringan, lebih kencang, namun adakah yang seperti Lenovo ThinkPad X230?

Continue reading “Sekarang Rp2 Jutaan, Ini Pengalaman Saya Menggunakan Lenovo ThinkPad X230 di Tahun 2020”

Lenovo ThinkPad T460 (2020), Galeri dan Kesan Pertama

lenovo thinkpad T460

Diskusinya panjang, siang dan malam. Mulai dari Asus A409FJ hingga Dell Latitude E5570. Namun ujung-unjungnya Lenovo ThinkPad T460 juga.

Continue reading “Lenovo ThinkPad T460 (2020), Galeri dan Kesan Pertama”

Godaan Dell E5450

Gara-gara gagal mendapatkan ThinkPad T450s, saya jadi punya rekomendasi laptop core-i5 murah lainnya: Dell E5450. Sama-sama laptop bisnis, sama-sama menggunakan intel core-i5 generasi ke-5. Sama-sama berlayar 14 inci Full HD dan—ini yang paling penting—harganya, sama-sama kurang dari Rp4 juta!

Continue reading “Godaan Dell E5450”

ThinkPad T450s: Mengapa Saya Menginginkannya

Lenovo ThinkPad T450s satu generasi dengan ThinkPad X250. Juga ThinkPad T450. Tanpa S. ThinkPad X250 masih saya gunakan hingga sekarang. Sedang T450? Tidak lagi saya pertimbangkan, karena T450s kini terlihat begitu menggoda.

Continue reading “ThinkPad T450s: Mengapa Saya Menginginkannya”

Realme 3 Istri

Saya ikuti saran istri. Beli Realme, bukan Redmi. Kalau Xiaomi Aa sudah biasa, katanya. Jadi begitulah, hari ini Realme 3 dengan komposisi memori 4/64 GB datang menghampiri.

Harganya? Rp 1.799.000 saja.
Continue reading “Realme 3 Istri”

Marie Berbagi

Saya harus berterima kasih kepada Marie. Marie Kondo, ahli berbenah asal Jepang itu. Pemilik metode Konmari itu. Yang berbagi kebahagiaan lewat bukunya the life-changing magic of tidying up.

Continue reading “Marie Berbagi”

Sekolah Bingung

Kaaang… bingung nggak sih milih sekolah buat anak.

Akhir Desember gini sekolah-sekolah swasta sudah membuka diri.
Saya bersama istri sudah coba keliling-keliling Depok. Sekadar nengok SD-SD yang jadi incaran.

Hasilnya positif. Positif mahalnya.

Continue reading “Sekolah Bingung”

Restrukturisasi Hepi

Tahun depan bakal ada restrukturisasi. Di sini, di kantor yang telah 6 tahun lebih menghidupi saya ini. Nggak besar-besaran, sih. Cuma tetap aja bikin deg-degan.

Perkaranya ini: Direktur dan KPI-nya nanti yang “sangat menantang”.

Continue reading “Restrukturisasi Hepi”