
Percaya enggak percaya. Dengan uang Rp4-5 jutaan saja, sekarang akang sudah bisa memiliki HP EliteBook 845 G8. Laptop kelas bisnis premium yang performa Ryzen 5-nya saja mengungguli Ryzen 7 yang 8 inti!
Berikut kelebihan-kelebihan lainnya:
- Bodinya berbalut logam, dan bila ada plastik, plastiknya juga 70% daur ulang, yang aman untuk lingkungan. MILSTD-810H? Pastinya.

- Layarnya 14 inci Full HD, touchscreen, dan yang saya suka: Matte.

- Keyboard-nya premium, bisa nyala, bahkan masih ada “pentil”nya.

- Punya Fingerprint dan IR Camera untuk akses, dan Webcam bisa dibuka tutup. Aman.

- Speaker-nya dari Bang & Olufsen yang bukan sekadar pelengkap. Tapi juga mantap.

- Porta koneksi yang melimpah: 4 USB total (2 USB A, 2 USB C), 1 HDMI, 1 Audio Combo 3.5mm, SmartCard reader opsional. Juga WIFI 6 untuk nirkabelnya.

- RAM-nya 16GB DDR4 dual channel yang masih dapat kita upgrade
- Storage-nya 512GB PCIe 4.0 yang juga masih bisa kita tingkatkan kapasitasnya. Bahkan bisa kita tambah 1 SSD lagi!
Kinerja HP EliteBook 845 G8 yang di atas rata-rata
CPU-nya AMD Ryzen 5 Pro 5650U yang sudah menggunakan arsitektur Zen 3. Sehingga peningkatannya lumayan besar dari AMD Ryzen 4000 series. Bahkan, dari hasil benchmarking yang saya lakukan, dia bisa bersaing (bahkan mengungguli) Ryzen 7 Pro 4750U yang intinya sudah 8. Padahal intinya hanya ada 6!

Untuk akang yang sehari-harinya pakai laptop untuk kerja kantoran, akan merasakan “surga”. maksudnya, nyaman luar biasa.
Mengolah data Excel, membuka tab banyak-banyak sambil multitasking lainnya, dan saat mempresentasikan data, semua mulus, semua lancar.
Hasil benchmarking PCMARK10 yang biasa untuk mengukur produktifitas juga begitu. Akang dapat lihat pada tabel perbandingan.

Untuk rendering, laptop dengan CPU 6 inti 12 untaian ini juga sangat cukup untuk editing video FHD. Untuk rendering video FHD 8 menit selesai dalam 2 menit, dan rendering video 4K 7 menit, selesai dalam 3 menit-an. Sedangkan rendering BMW27 via Blender, selesai dalam 6 menit-an. Termasuk lumayan untuk kategori GPU integrated.

Untuk gaming, main game yang butuh kecepatan seperti Valorant dengan setting FHD MEDIUM, dapat 90-144 FPS tergantung situasi. Dan itu pertanda bagus. Main game bola, eFootball 2024 bisa-bisa saja, asal setting FHD LOW ya kang. Dia dapat di 30++ FPS. Kalau medium, langsung turun ke 14+ FPS. Sedangkan untuk game RPG seperti Wuthering Waves dengan FHD mode Balanced, stabil di 30++ FPS. Masih enak untuk kita main, lebih mulus lagi kalau kita pakai mode Performance.

Saya juga sudah mengecek suhunya, setelah main Valorant 30 menit. Terpantau suhu di 90-1000C (Wuthering Waves 70-800C). TDP rata-rata 25W, dengan performa CPU dikisaran 3500 MHz, dan GPU yang naik turun antara 500-1500 MHz.

Saran saya, jangan geber terus-terusan laptop ini untuk gaming (karena memang bukan laptop gaming). Dari pengecekkan Stress Test 3DMark Time Spy, Steel Nomad Light, dan Night Ride juga dia tidak lulus, walapun masih dapat angka relatif bagus di atas 92%.
Untuk suara kipas sendiri, cenderung kalem kang. Sama sekali tidak menganggu walaupun saya pakai saat benchmarking atau gaming sekalipun.
Sebelum kita bongkar…
Sebelum dibongkar, kita lihat dulu detil-detil lainnya.
Mobilitas. Dia bukan laptop 14 inci yang paling ringan dan tipis. Beratnya untuk varian touchscreen seperti ini sekitar 1,5 kg. Lebarnya 21,5 cm, panjangnya 32,3 cm, dan tinggi/ tebalnya 1,9 cm. Termasuk berat dikelasnya, sehingga akang yang memang sehari-hari bawa laptop ke mana-mana, ingat-ingat ini.

Porta USB-C ini berfungsi penuh, bukan hanya untuk transfer data. Dia dapat berfungsi sebagai DisplayPort (eksternal monitor) dan juga PowerDelivery (mengisi daya). Asalkan output-nya minimal 45 W, 65 W kalau ingin seperti bawaannya. Ada LED indikator yang sangat membantu: berkedip oranye, di bawah 7%, oranye solid 20-89%, 90-100 warnanya berubah menjadi putih.

Stiker Windows pada bagian bawah bukan sekadar tempelan. Tapi memang Windows-nya versi PRO asli. Saya pasangkan dengan Windows 11, driver-driver juga aman dan mudah mencarinya. Dan, kalau akang beruntung, masih ada unit yang garansi seperti saya ini (dapat 3 tahun, mulai dari Maret 2023).

Keyboard HP EliteBook 845 G8
Keyboard-nya premium dan perhatian terhadap detil. Layout-nya memang tidak umum karena ada 1 kolom tambahan di sisi kanan, namun, kenyataannya saya tidak terganggu dengan itu. Posisi trackpad yang agak ke kiri cukup membantu juga kang. Sehingga, posisi tangan saat mengetik tetap di tengah-tengah.
Keyboard itu bisa nyala, dan banyak led indikatornya. Mute speaker, mikrofon, caps lock, Fn lock, dan juga indikator daya pada tombol power. HP juga masih menyisakan pentil, atau trackpoint dan tombolnya di bawah. Walapun tidak seperti ThinkPad yang lengkap dengan 3 tombol, tapi ini masih dapat saya gunakan, dan sungguh sangat saya apresiasi, terima kasih HP!

Rasanya sendiri bagaimana? Buat akang sekalian yang akan banyak-banyak mengetik, tidak akan kecewa. Tutsnya besar-besar, jarak antar tuts pas, lebar keseluruhan juga normal. Dipakai mengetik lama dan banyak-banyak tidak membuat capek, karena dia empuk, key travel cukup, dan terasa benar-benar bagus membrannya.
Untuk suaranya termasuk yang tidak berisik.

Bongkar HP EliteBook 845 G8
Akang akan membutuhkan obeng philip ph00, klip/ pry tools/ cangkir hisap: lumayan repot. Tapi tidak ada baut tersembunyi dan bagusnya tidak bisa lepas ya kang seperti layaknya laptop bisnis.

Banyak hal baik yang sebenarnya sudah banyak dilupakan oleh merek lainnya (ehm ThinkPad seri Txxs, Latitude seri 7000): DC-in masih berupa soket, USB-A juga soket, RAM masih bisa upgrade, SSD bisa ganda, Wi-Fi bisa diganti dan kipas termasuk yang anteng dan kalem.

Baterai untuk seharian kerja, masih ok?
HP EliteBook 845 G8 hadir dengan baterai 53 Wh (4400 mAh). Namun, unit yang saya terima tinggal 42 Wh. Dengan kondisi itu dia masih bisa menemani saya kerja kantoran seharian.

Laptop saya gunakan untuk Office/ Microsoft 365, online, streaming, dan sebagainya. Kecerahan layar saya atur di 50%. Dengan mode Best Power Efficiency dapat 6 jam 26 menit (dari 92% ke 13%). Kalau mode balanced, 5 jam 40 menit (91% ke 10%).

Waktu pengisian daya juga terbilang cepat (bisa di atur via BIOS). Dengan charger bawaan 65 W, dari kapasitas 21% bisa bertambah menjadi 92% dalam waktu 1 jam 3 menit.
Tentu hasil ini akan sangat mungkin berbeda dengan pemakaian akang sekalian, tapi kira-kira gambaran umumnya seperti itu.
Catatan-catatan: yakin masih mau beli?
Sejauh ini yang baik-baik sudah saya sampaikan. Bagaimana dengan kekurangannya?
Saya mencatat setidaknya ada 3: Ekspansi, Display, dan VRAM. Ekspansi yang saya maksud adalah slot pembaca kartu. Sama sekali tidak ada, meskipun hanya sebatas microSD! Jahat sekali HP, huhu.
Sedangkan VRAM yang mentok di 512MB. Betul sih, tetap akan terbantu dengan pembagian dari RAM utama, kalau ada RAM yang khusus kan tentu lebih baik. Kalau akang ingat, ThinkPad X13 itu bisa di atur hingga 2GB (yaa, walaupun tergolong masih kecil juga).

Kemudian Display. Ya betul, layarnya memang sangat baik untuk kelas harganya. Bahkan Touchscreen Matte tentu jarang akang dapatkan bila membeli laptop baru. Hanya saja keluaran warnanya 6-bit! sRGB-nya 62%! Tingkat kecerahannya 250 nits!
Ouch.

Tentu ini menjadi pertimbangan penting untuk akang sekalian yang menggunakan laptop ini untuk desain grafis, editing foto, coloring video. Warna tidak keluar, pucat, dan mungkin tidak akurat.
Ketiga catatan tadi sebenarnya bukan tanpa solusi. Untuk ekspansi misalnya, cukup beli USB HUB tipe-C. Selesai. Display dapat menggunakan monitor eksternal, atau juga ganti layarnya dengan yang lebih baik. Sedangkan VRAM, yaa.. terima apa adanya. Hehe. Menambah RAM agar Shared RAM ikut bertambah mungkin akan membuat perbedaan.

Sebelum beli…
Link pembelian silakan akang cek di sini kalau memang tertarik. Tapi sebelum itu, pastikan lagi spesifikasi dan kondisi. Karena ini laptop bisnis bekas, jadi banyak konfigurasi dan berbeda-beda kondisi.

Layar misalnya, ada yang sentuh ada yang tidak, kecerahan layar dari 250 hingga 1000 nits juga tersedia. Komponen lain seperti CPU dari Ryzen 3 hingga Ryzen 7. SSD dari 128 GB hingga 2TB, RAM dari 4 hingga 64GB. Dan beberapa detil lain seperti IR Camera, Fingerprint dan keyboard yang bisa nyala atau tidak.

Kalau memang akang ingin pilihan lain, bisa lirik ThinkPad T14s gen 2 atau Dell Latitude 7420 (khusus Intel). Dua-duanya belum saya coba sih kang. Saya yakin plus minus nantinya, walaupun sekilas HP EliteBook 845 G8 ini Laptop 14 inci pilihan terbaik karena RAM masih dapat kita upgrade, dan hal-hal lain seperti yang sudah saya sebut sebelumnya.


Oot nih king, Menurut akang gimana Toshiba dynabook g83 i4 gen 10 harga 3 jutaan tadinya mau beli dell latitude tp liat ini kok jadi tergoda karena gen 10.
Btw saya sering nonton youtubenya kang.
Terimakasih
Saya belum coba itu Kang Syahrul, jadi belum bisa kasih pertimbangan.
Intel gen 10, menurut saya kurang menarik, (karena kompetitornya lebih baik, kecuali butuh Thunderbolt).
Waa, makasih ya sudah jadi langganan.
untuk ssd tambahan yg menggunakan slot wwan apakah harus SSD M.2 2242 NVMe B+M key (ada 2 nok) atau bisa pakai sembarang 2242 (1 nok) ?
rencana mau tambah ssdnya tp punyanya yg 1 nok, sampe sekarang belum berani pasang.
SSD NVMe normal, nggak akan bisa masuk kang. Beda posisinya.
mantap Kang, lanjutkan