Pengalaman Beli Laptop Bekas, Online dan Offline

Sesekali cerita dibalik layar. Tidak melulu review. Silakan ikuti pengalaman beli laptop bekas yang sudah saya jalani untuk kesekian kali.

Kesadaran beli laptop bekas dimulai ketika teman membelikan laptop untuk DKM Masjidnya. Anggarannya terbatas, sedang laptop juga tidak setiap saat digunakan. Beli baru sayang rasanya. Yang ia lakukan kemudian adalah mencari laptop bekas. Melalui OLX katanya.

pengalaman beli laptop bekas
lenovo thinkpad dengan prosesor intel core i5 5300U, vPro. Kelas bisnis nih, kang!

Ketemu yang sesuai. Janjian untuk bayar di tempat, COD. Ternyata si penjual laptop adalah memang pedagang laptop bekas. Yang datang bukan pemilik toko, tapi karyawannya. Meski sudah sepakat dengan tipe, ia tetap membawa sekitar 10 laptop bekas lainnya.

Karyawan itu bercerita, ada banyak laptop seperti itu di tokonya. Kebanyakan bekas kantor. Dan menariknya setiap hari ada saja transaksi. Sedangkan merek yang jadi primadona salah satunya … akang sudah tahu jawabannya: Thinkpad!

Dari situ saya mulai ikut berburu. Bahkan sempat menyesali, mengapa tidak dari dulu saja cari laptop bekas. Thinkpad bekas.

***

Saya mulai mengikuti jejaknya. Menjelajahi dunia dalam jaringan. Dan ternyata memang banyak yang menawarkan. Tapi bagaimana kita tahu kalau laptop yang mereka jual itu sesuai dengan harapan?

laptop bekas tokopedia bukalapak
banyak tipe, banyak yang jual, bikin bingung apa tambah semangat mencari?

Sayangnya teman saya lupa nama penjualnya siapa. Hanya ingat orang Tangerang jauh. Saya telusuri OLX juga tidak ketemu tokonya. Jadi, saya melakukan yang memang biasa saya lakukan: filter pencarian.

Yang menjadi catatan saya adalah, toko itu harus dekat, agar bisa didatangi kalau ada apa-apa.

Beli Online

Pembelian laptop bekas pertama saya sukses. Barang datang dengan aman. Kondisinya mulus bak baru. Beruntung. Pembelian kedua masih aman, ketiga mulai berantakan.

Silakan akang cek cerita saya di sini,

Sama-sama Kurang dari Rp3 juta, Ini Kekurangan dan Kelebihan Lenovo ThinkPad T420 dibanding ThinkPad X220

Kekurangan membeli laptop bekas secara online ya begitu. Deg-degan sebelum terima barang. Bila barang yang diterima tidak sesuai, proses retur juga memakan biaya. Setidaknya ongkos kirim.

Karena itu, saya mencoba membeli Laptop bekas langsung ke sarangnya: Harco Mangga Dua.

Pengalaman di Mangga Dua

Sebelumnya, saya sudah coba ke Mangga Dua Mall. Setelah keliling dan mencoba sana-sini, akhirnya tidak jadi. Tidak ada yang sesuai incaran.

pengalaman beli laptop bekas di jakarta
ada Mangga Dua Mall, Mangga Dua Square, WTC Mangga Dua, ITC Mangga Dua, dan Harco Mangga Dua …. bikin lieur!

Harco Mangga Dua dapat di akses lewat KRL. Turun di Stasiun Jayakarta, lalu jalan sebentar. Di dalam sini banyak sekali yang menjajakan dagangannya. Laptop-laptop bekas di gelar di tengah jalan. Dibungkus plastik biar nampak cantik.

Saya sendiri tidak punya toko langganan. Hanya berbekal alamat yang diberikan oleh penjual yang ternyata keliru juga.

Untungnya toko itu punya apa yang saya cari: Lenovo Thinkpad X250. Agak lama saya di sana. Dari inspeksi unit, minta konfigurasi yang berbeda, hingga tawar-menawar harga.

Di sana hanya ada Thinkpad X250 yang RAM-nya 8 GB dengan memori HDD 500 GB. Saya inginnya RAM minimal 4 GB dengan SSD 128 GB.

“Bisa, tapi kurangnya cuma sedikit, paling hanya Rp 200 ribu.” kata pemilik toko itu.

Saya tidak bisa mengecek harga online. Karena sinyal Smartfren seperti ditelan bumi: hilang entah ke mana.

Ia menawarkan jaringan Wi-Fi. Saya cek harga online, memang dia memasang harga Rp 4,5 juta. Sedangkan yang memasang harga Rp 3,95 juta adalah toko yang lain. Saya salah lihat, duh!

Namun, betapa ajaibnya! Kalau saya jadi beli di sana, artinya rezeki memang tidak pernah tertukar.

Pilah pilih

Ia mengeluarkan beberapa unit yang ada. Saya pilih satu persatu. Saya cek kondisi fisiknya. Ada yang baterainya model tipis seperti pada X240 yang saya gunakan, ada juga yang tebal. Ada juga yang tidak ada baterai internalnya. Ada yang bodinya tatoan, ada yang korosi parah di bagian keyboard dan touchpad. Ada yang ada fingerprint, ada yang tidak.

lenovo thinkpad x250 bekas
menjatuhkan pilihan ke seri X250, lalu memilih kondisi termulus

Akhirnya saya pilih yang tanpa sidik jari, dan berbaterai tipis. karena pada unit itu masih ada baterai internal tertanam di dalamnya.

Kami sepakat. Saya pamit. Sesampainya di parkiran saya tersadar: Jangan-jangan saya belum bayar!

Serius kang. Ini pengalaman belanja yang teramat unik. Saya membawa pulang laptop seharga Rp 4 jutaan tanpa mengeluarkan uang sedikit pun! Kita sudah sama-sama berterima kasih dan bersalaman. Artinya, sah dong!

Iya, kan?

Saya cek rekening, ternyata benar, saya belum bayar!

Saya pun balik lagi. Tidak ada tanda-tanda orang mengejar. Aneh. Pemilik toko ini seperti kena sirep. “Kalah ilmu”, kata teman saya. Ketika saya sampai di toko itu. Ia juga masih belum sadar. Karyawan-karyawan di sana tidak ada yang curiga.

kelebihan lenovo thinkpad x250 x240
ini salah satu kelebihan seri x250, baterai dicopot, tanpa colok charger, laptop tetap nyala

Ajaib, benar-benar ajaib.

Ia hanya mendoakan, “Semoga jadi berkat, ya, karena abang mau balik lagi”.

Singkatnya begini

Hati-hati. Itu pelajaran yang bisa saya tarik selama membeli laptop bekas secara online ataupun offline. Hati-hati. Awas kena demam Thinkpad! Sekali beli, susah pindah ke lain hati.

laptop bekas lenovo thinkpad
titik merah itu bisa nyala, lho!

Itu pelajaran berikutnya, yang entah ada obatnya atau tidak.

Tinggalkan Balasan